MedcoEnergi Dorong Investasi Hijau dalam Transisi Energi di Asia Tenggara
Sabtu, 26 Oktober 2024 - 09:00 WIB
Director and Chief Executive Officer MedcoEnergi Roberto Lorato di ajang Singapore International Energy Week (SIEW) 2024. FOTO/Ist
JAKARTA - PT Medco Energi Internasional Tbk ( MEDC ) menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi Asia Tenggara selama sesi panel di ajang Singapore International Energy Week (SIEW) 2024. Dalam delapan tahun terakhir, MedcoEnergi telah memperluas produksi gas yang kini mencapai 70% dari total produksi minyak dan gas perusahaan.
Director and Chief Executive Officer MedcoEnergi Roberto Lorato, mengungkapkan, MedcoEnergi kini tengah mengeksplorasi potensi penyimpanan CO2 di reservoir yang dioperasikan di lepas pantai antara Singapura dan Malaysia. Langkah ini menunjukkan tekad MedcoEnergi untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan mengurangi dampak emisi di kawasan Asia Tenggara.MedcoEnergi juga menginvestasikan sumber daya signifikan dalam energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, panas bumi, dan tembaga yang mendukung elektrifikasi.
Baca Juga: Indonesia Masuk Era Transisi Energi, Kebutuhan Migas Masih Penting!
"Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam transisi energi yang kompleks ini, terutama bagi negara-negara dengan kebutuhan energi yang berbeda, seperti Indonesia dan Singapura," katanya melalui keterangan pers, Sabtu (26/10/2024).
Director and Chief Executive Officer MedcoEnergi Roberto Lorato, mengungkapkan, MedcoEnergi kini tengah mengeksplorasi potensi penyimpanan CO2 di reservoir yang dioperasikan di lepas pantai antara Singapura dan Malaysia. Langkah ini menunjukkan tekad MedcoEnergi untuk mengadopsi teknologi ramah lingkungan dan mengurangi dampak emisi di kawasan Asia Tenggara.MedcoEnergi juga menginvestasikan sumber daya signifikan dalam energi terbarukan, termasuk pembangkit listrik tenaga surya, panas bumi, dan tembaga yang mendukung elektrifikasi.
Baca Juga: Indonesia Masuk Era Transisi Energi, Kebutuhan Migas Masih Penting!
"Kolaborasi lintas negara menjadi kunci dalam transisi energi yang kompleks ini, terutama bagi negara-negara dengan kebutuhan energi yang berbeda, seperti Indonesia dan Singapura," katanya melalui keterangan pers, Sabtu (26/10/2024).
Lihat Juga :