Dividen Terbesar di Dunia, Saudi Aramco Bagikan Rp483,4 T meski Utang Naik

Selasa, 05 November 2024 - 20:31 WIB
Arus kas bebas - uang dari operasi setelah belanja modal - sebesar USD21,99 miliar pada kuartal ketiga lebih rendah dari total dividen. Pembayaran sangat penting untuk anggaran Saudi karena harga minyak mentah, masih jauh di bawah tingkat yang dibutuhkan kerajaan untuk menyeimbangkan pengeluaran.

Sementara itu Putra Mahkota Mohammed Bin Salman sedang mendorong maju proyek mahal dan ambisius yakni futuristik Neom. Namun beberapa rencana sepertinya bakal dipertimbangkan karena masalah pendanaan, termasuk pabrik kimia Aramco sendiri.

Laba bersih Saudi Aramco ambles 15% menjadi USD27,6 miliar pada kuartal yang berakhir September 2024, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut sebuah pernyataan pada hari Selasa. Laba yang disesuaikan yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham meleset dari perkiraan analis yang disusun oleh Bloomberg.

Mereka menjual minyak mentah dengan harga rata-rata USD79,30 per barel pada kuartal ketiga, USD10 lebih rendah dari apa yang didapatnya setahun yang lalu. Produksinya juga telah ditahan sekitar 9 juta barel per hari selama lebih dari setahun sebagai bagian dari upaya OPEC+ untuk menghidupkan kembali pasar.

OPEC+ pada hari Minggu, lebih lanjut menunda rencana untuk secara bertahap melepas pemotongan, karena harga minyak mentah terus berjuang di tengah prospek ekonomi yang rapuh.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!