Perkuat Investasi Hijau, Sucofindo Dorong Transisi Energi lewat ETM
Senin, 11 November 2024 - 12:13 WIB
Para peserta dalam seminar Transitioning Towards a Sustainable Future of Indonesia di gedung IDX Jakarta. FOTO/Ist
JAKARTA - PT Sucofindo berkomitmen mendukung program pemerintah dalam percepatan transisi energi melalui Energy Transition Mechanism (ETM). ETM adalah sebuah program peningkatan pembangunan infrastruktur energi dan percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission (NZE) dengan prinsip adil dan terjangkau.
Program ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan dengan menghentikan atau mengurangi penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan menggantinya dengan sumber energi bersih. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mencapai target emisi nol pada 2060, serta memperkuat daya saing investasi di sektor energi berkelanjutan.
Baca Juga: Indonesia Masuk Era Transisi Energi, Kebutuhan Migas Masih Penting!
Terkait dengan itu, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Adi Budiarso menyatakan pentingnya roadmap transisi energi yang inklusif dalam mempercepat target transisi energi. "Indonesia memerlukan langkah konkret yang tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga memastikan semua pihak yang terlibat dalam industri dapat beralih ke alternatif yang lebih bersih dan efisien,"ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (11/11/2024).
Program ini bertujuan untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan dengan menghentikan atau mengurangi penggunaan pembangkit listrik tenaga batu bara dan menggantinya dengan sumber energi bersih. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mencapai target emisi nol pada 2060, serta memperkuat daya saing investasi di sektor energi berkelanjutan.
Baca Juga: Indonesia Masuk Era Transisi Energi, Kebutuhan Migas Masih Penting!
Terkait dengan itu, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan Adi Budiarso menyatakan pentingnya roadmap transisi energi yang inklusif dalam mempercepat target transisi energi. "Indonesia memerlukan langkah konkret yang tidak hanya menurunkan emisi karbon, tetapi juga memastikan semua pihak yang terlibat dalam industri dapat beralih ke alternatif yang lebih bersih dan efisien,"ungkapnya melalui keterangan tertulis, Senin (11/11/2024).
Lihat Juga :