AS Kembali di Tangan Trump, Mimpi China Jadikan Mata Uang Yuan Terkuat Bisa Terkubur
Minggu, 17 November 2024 - 08:50 WIB
Yuan berisiko mengalami tekanan penurunan selama bertahun-tahun selama masa kepresidenan Trump yang kedua. FOTO/iStock Photo
JAKARTA - Presiden China Xi Jinping menginginkan sebuah mata uang yang kuat dan stabil untuk memainkan peran penting dalam perdagangan global . Namun, kembalinya Donald Trump tampaknya akan menantang ambisi tersebut.
Yuan berisiko mengalami tekanan penurunan selama bertahun-tahun selama masa kepresidenan Trump yang kedua, dan ancaman perang dagang lainnya telah memicu spekulasi terhadap mata uang ini. Para analis memperkirakan yuan akan menembus level terendah 17 tahun terhadap dolar pada 2025, dengan sebagian besar pengamat memperkirakan penurunan sekitar 10%.
Mata uang Yuan lebih rentan dibandingkan saat perang dagang terakhir. Imbal hasil obligasi Pemerintah China jauh di bawah imbal hasil obligasi AS. Perusahaan-perusahaan asing menarik kembali investasinya. Pertumbuhan ekonomi tidak merata dan momok deflasi dapat menyeret suku bunga lebih rendah lagi.
"Tekanan ke bawah kemungkinan akan meningkat," ujar ekonom pasar negara berkembang di Absolute Strategy Research Adam Wolfe dikutip dari The Edge Malaysia, Minggu (17/11/2024).
Yuan berisiko mengalami tekanan penurunan selama bertahun-tahun selama masa kepresidenan Trump yang kedua, dan ancaman perang dagang lainnya telah memicu spekulasi terhadap mata uang ini. Para analis memperkirakan yuan akan menembus level terendah 17 tahun terhadap dolar pada 2025, dengan sebagian besar pengamat memperkirakan penurunan sekitar 10%.
Mata uang Yuan lebih rentan dibandingkan saat perang dagang terakhir. Imbal hasil obligasi Pemerintah China jauh di bawah imbal hasil obligasi AS. Perusahaan-perusahaan asing menarik kembali investasinya. Pertumbuhan ekonomi tidak merata dan momok deflasi dapat menyeret suku bunga lebih rendah lagi.
"Tekanan ke bawah kemungkinan akan meningkat," ujar ekonom pasar negara berkembang di Absolute Strategy Research Adam Wolfe dikutip dari The Edge Malaysia, Minggu (17/11/2024).
Lihat Juga :