AS Kembali di Tangan Trump, Mimpi China Jadikan Mata Uang Yuan Terkuat Bisa Terkubur

Minggu, 17 November 2024 - 08:50 WIB
Para analis mengatakan bahwa membiarkan yuan melemah adalah jalan yang paling sedikit perlawanannya, dan salah satu yang menguntungkan ekspor China jika AS menaikkan tarif. Namun, perdebatan sebenarnya adalah tentang seberapa banyak dan seberapa cepat PBOC akan membiarkan mata uangnya terdepresiasi.

Beijing merekayasa devaluasi yuan pada tahun 2015, ketika PBOC mengizinkan penurunan 1,9% pada tingkat suku bunga harian. Hal ini memicu arus keluar modal besar-besaran dan menyusutkan cadangan mata uang asing RRT. Hal ini juga memperkuat argumen AS bahwa negara ini adalah 'manipulator mata uang' sebuah sebutan yang dibuat secara resmi pada masa jabatan pertama Trump.

"Devaluasi yuan akan berarti tekanan ekonomi lebih lanjut dan masalah utang, serta ancaman dicap sebagai manipulator mata uang," kata kepala strategi investasi di Saxo Markets, Charu Chanana. Ia mengatakan bahwa langkah ini akan menambah ketegangan antara AS dan China.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!