Skor Risiko Lingkungan Rendah, BBNI Dapat Apresiasi dari Pelaku Pasar

Minggu, 17 November 2024 - 17:16 WIB
Sementara dari sisi operasional, BBNI juga menerapkan green office culture atau budaya kantor hijau dari sisi operasional. Inisiatif ini meliputi sertifikasi green building (bangunan hijau), sistem pengelolaan air limbah di dua kantor utamanya, instalasi panel surya di Plaza BNI hingga adopsi paperless office administration system (E-Office). Salah satu implementasi ESG yang juga menjadi sorotan pelaku pasar adalah portofolio kredit berkelanjutan yang dimiliki oleh perseroan.

"Pembiayaan yang bertanggung jawab untuk kegiatan bisnis berkelanjutan termasuk portofolio hijau berjumlah Rp188 triliun atau 26% dari total pinjaman. Penerbitan obligasi hijau juga telah dimulai pada tahun 2022 sebesar Rp5 triliun, dengan 87% dari hasil telah dialokasikan sesuai dengan proyek hijau," tulis CFA analis Ciptadana Sekuritas, Erni Marsella Siahaan, dikutip Minggu (17/11/2024).

Baca Juga: Daftar 22 BUMN yang Direksi dan Komisaris Dirombak Erick Thohir

Riset Bina Artha Sekuritas juga turut menyinggung tata kelola ESG terutama untuk pembiayaan berkelanjutan yang dijalankan. Menurut laporan riset tersebut, portofolio pembiayaan berkelanjutan yang mencapai 26% juga didukung dengan debitur CPO-nya, yang 70%-nya sudah tersertifikasi RSPO dan/atau ISPO, sedangkan sisanya masih dalam proses sertifikasi.

Bahkan Bina Artha Sekuritas menjadikan inisiatif ESG yang dijalankan oleh perseroan sebagai salah satu pertimbangan untuk berinvestasi di saham BBNI.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!