Rupiah Masih Tak Berkutik Lawan Dolar AS, Awal Pekan Rp15.857 per USD

Senin, 18 November 2024 - 16:29 WIB
Hal itu membuat pasar memperkirakan peluang kenaikan seperempat poin sebesar 54% pada pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 19 Desember, sedikit berubah dari sebelum pidato tersebut. Ueda juga akan memberikan konferensi pers pada pukul 04.45 hingga 05.15 GMT.

Adapun hal itu adalah kesempatan pertamanya untuk berbicara langsung tentang kebijakan moneter sejak kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS pada tanggal 5 November, yang membuat investor bertanya-tanya apakah ia akan lebih spesifik tentang prospek kenaikan suku bunga.

Suku bunga turun pada akhir minggu lalu setelah Menteri Keuangan Jepang, Katsunobu Kato pada hari Jumat memperingatkan, pasar tentang kemungkinan intervensi jika yen jatuh terlalu jauh dan terlalu cepat.

Selain itu pasar sangat ingin mendengar siapa yang akan dipilih Trump sebagai Menteri Keuangan, dengan Howard Lutnick, CEO Cantor Fitzgerald, dan investor Scott Bessent sebagai kandidat utama untuk jabatan tersebut.

Analis umumnya berasumsi kebijakan tarif Trump, pengurangan imigrasi, dan pemotongan pajak yang didanai utang akan bersifat inflasioner, sehingga membatasi ruang lingkup pemotongan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve.

Kontrak berjangka menyiratkan peluang 60% bahwa Fed akan melonggarkan seperempat poin pada bulan Desember dan hanya memperkirakan pemotongan 77 basis poin pada akhir tahun 2025, dibandingkan dengan lebih dari 100 beberapa minggu yang lalu. Setidaknya tujuh pejabat Fed akan berbicara minggu ini dan para pedagang berasumsi mereka akan bersikap hati-hati terhadap pemotongan yang agresif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!