Perkebunan Sawit Rakyat Berperan Sukseskan Mandatori Biodiesel B50

Senin, 18 November 2024 - 17:25 WIB
Ketua Umum RSI Kacuk Sumarto (baju putih), Deputi II Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian (tengah), dan Direktur Marketing PTPN Holding Dwi Sutoro (kiri). Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Peningkatan produksi dan produktivitas perkebunan sawit rakyat menjadi peluang dan tantangan bagi Indonesia untuk mencapai kemandirian pangan dan energi. Peningkatan produksi bisa dilakukan tanpa perluasan lahan (ekstensifikasi), tetapi melalui intensifikasi.

“Produktivitas perkebunan sawit nasional saat ini rata-rata sekitar 3 ton CPO per hektare. Rata-rata produksi ini dapat dilihat dari luasnya lahan sawit nasional yang mencapai 16,2 juta ha, namun produksi tahunan di kisaran 48-50 juta ton. Artinya, kalau dibagi rata dengan luasan lahan, produktivitas sawit nasional masih tergolong rendah,” kata Direktur PTPN Holding (Persero), Dwi Sutoro, di Jakarta, Senin (18/11/2024). Baca juga: RSI Rayakan Hari Sawit Nasional dengan Seminar dan Kongres



Dwi Sutoro menyampaikan pendapatnya tersebut dalam seminar Menggapai Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi Melalui Perkebunan Sawit untuk Menuju Indonesia Emas 2045 yang diselenggarakan Rumah Sawit Indonesia (RSI). Seminar ini merupakan agenda pembuka Kongres RSI yang pertama.

Menurut Dwi Sutoro, tidak semua kebun kelapa sawit produktivitasnya rendah. Best practice-nya sudah bisa 6 ton per ha. Beberapa perkebunan kelapa sawit mampu menghasilkan 6 ton per ha. Salah satunya beberapa kebun yang dikelola oleh PTPN. Namun, jika dihitung secara merata, produktivitas sawit yang baik paling tidak bisa menghasilkan 5 ton per hektar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!