Terlilit Utang Rp17 Triliun, Maskapai Penerbangan AS Tiba-tiba Bangkrut

Selasa, 19 November 2024 - 07:41 WIB
"Saya senang kami telah mencapai kesepakatan dengan supermayoritas pemegang obligasi loyalitas dan obligasi konversi kami mengenai rekapitalisasi komprehensif perusahaan, yang merupakan mosi percaya yang kuat terhadap Spirit dan rencana jangka panjang kami," ujar CEO dan presiden Spirit Airlines, Ted Christie, dalam sebuah pernyataan dikutip dari NBC News, Selasa (18/11/2024).

"Hal yang paling penting untuk diketahui adalah bahwa Anda dapat terus memesan dan terbang sekarang dan di masa depan," kata Christie dalam sebuah surat kepada para pelanggan.

Perusahaan yang berbasis di Dania Beach, Florida ini telah menangguhkan pembayaran utang sebesar USD1,1 miliar atau setara Rp17 triliun hingga tahun depan dan terakhir kali mendapatkan keuntungan pada 2019.

Kesepakatan ini disertai dengan komitmen investasi ekuitas sebesar $350 juta dari para pemegang obligasi, yang setara dengan USD795 juta utang yang belum dibayar.

Harga saham perusahaan turun dari USD3,22 menjadi USD1,15 minggu lalu setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan sedang bersiap-siap untuk mengajukan perlindungan kebangkrutan, dan ditutup pada USD1,07 pada hari Jumat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!