Industri Properti Bergerak Dinamis, LPKR Perluas Penawaran Produk Baru
Rabu, 20 November 2024 - 15:20 WIB
Sementara itu, laporan riset terbaru dari Pinhome, platform teknologi jual-beli properti, mengungkapkan bahwa industri properti menunjukkan tanda-tanda kebangkitan. Terutama dalam segmen sewa serta jual-beli properti di beberapa kota besar di Indonesia.
Pinhome juga mencatat industri properti akan terus bergerak dinamis dan berada pada jalur yang positif serta sedang menggeliat. Penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 September 2024 menjadi sinyal positif untuk sektor properti. BI Rate turun sebesar 25 basis poin menjadi 6%, dengan suku bunga Deposit Facility turun menjadi 5,25% dan Lending Facility turun menjadi 6,75%. Baca juga: Kementerian PKP Targetkan Kuota Rumah Subidi Tahun 2025 Naik Jadi 800.000 Unit
Keputusan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi terkendali di kisaran target 2,5±1% pada 2024-2025, tetapi juga memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. Penurunan suku bunga tersebut kemudian diharapkan mendorong peningkatan pasar properti.
Pinhome juga mencatat industri properti akan terus bergerak dinamis dan berada pada jalur yang positif serta sedang menggeliat. Penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI) pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode 17-18 September 2024 menjadi sinyal positif untuk sektor properti. BI Rate turun sebesar 25 basis poin menjadi 6%, dengan suku bunga Deposit Facility turun menjadi 5,25% dan Lending Facility turun menjadi 6,75%. Baca juga: Kementerian PKP Targetkan Kuota Rumah Subidi Tahun 2025 Naik Jadi 800.000 Unit
Keputusan ini tidak hanya bertujuan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan inflasi terkendali di kisaran target 2,5±1% pada 2024-2025, tetapi juga memberikan dorongan bagi pertumbuhan ekonomi. Penurunan suku bunga tersebut kemudian diharapkan mendorong peningkatan pasar properti.
(poe)
Lihat Juga :