Kementerian PKP Targetkan Kuota Rumah Subidi Tahun 2025 Naik Jadi 800.000 Unit
Sabtu, 16 November 2024 - 17:33 WIB
loading...
Kuota rumah subsidi tahun depan ditargetkan naik dari 220.000 unit menjadi 800.000 unit. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman ( PKP ) menargetkan kuota rumah subsidi mulai tahun 2025 naik dari sebelumnya 220.000 unit menjadi 800.000 unit.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, penambahan kuota rumah subdisi ini dalam rangka mendorong daya beli masyarakat atas hunian yang layak, sekaligus mendukung capaian program 3 juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Subsidi BBM Dialihkan ke Program 3 Juta Rumah? Ini Kata Bahlil
"Kami menargetkan rumah subsidi dari sebelumnya 220.000 menjadi 800.000 unit. Selain itu juga mendorong pendanaan KPR FLPP dan SBUM serta perubahan proporsi APBN dan Bank yang sebelumnya 75:50 menjadi 50:50 sehingga akan menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses rumah subsidi," ujar Menteri Ara dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Dia menambahkan, Kementerian PKP juga akan mendorong skema pembiayaan perumahan yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam hal ini, koordinasi dengan sejumlah bank penyalur subsidi perumahan juga akan terus ditingkatkan sehingga target dan jumlah rumah bersubsidi bisa lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan, penambahan kuota rumah subdisi ini dalam rangka mendorong daya beli masyarakat atas hunian yang layak, sekaligus mendukung capaian program 3 juta rumah pemerintahan Prabowo Subianto.
Baca Juga: Subsidi BBM Dialihkan ke Program 3 Juta Rumah? Ini Kata Bahlil
"Kami menargetkan rumah subsidi dari sebelumnya 220.000 menjadi 800.000 unit. Selain itu juga mendorong pendanaan KPR FLPP dan SBUM serta perubahan proporsi APBN dan Bank yang sebelumnya 75:50 menjadi 50:50 sehingga akan menjangkau lebih banyak masyarakat untuk mengakses rumah subsidi," ujar Menteri Ara dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2024).
Dia menambahkan, Kementerian PKP juga akan mendorong skema pembiayaan perumahan yang mudah diakses oleh masyarakat. Dalam hal ini, koordinasi dengan sejumlah bank penyalur subsidi perumahan juga akan terus ditingkatkan sehingga target dan jumlah rumah bersubsidi bisa lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya.
Lihat Juga :