PPN 12% di 2025, Kelas Menengah Kembali Jadi Korban dan Bikin Ekonomi RI Mandek
Jum'at, 22 November 2024 - 18:09 WIB
"Rupiah berpeluang kembali tertekan, yang nantinya akan merembet dan bermuara pada penurunan daya beli masyarakat di tanah air," tukasnya.
Kebijakan menaikkan PPN ini sebaiknya dipertimbangkan ulang, setidaknya hingga kita tahu arah kebijakan ekonomi pemerintah AS di tahun depan. Sejauh ini Presiden telah menginstruksikan untuk mengurangi anggaran infrastruktur. Langkah ini sebenarnya sudah memberikan pesan kepada kita bahwa pemerintah sudah menetapkan skala prioritas pengeluarannya.
Baca Juga: PPN Naik Jadi 12% Berlaku di 2025, Ini Daftar Barang dan Jasa Terdampak dan Tak Terdampak
"Hanya saja, AS sangat berpeluang merubah tatanan ekonomi global dengan arah kebijakan yang baru. Dinamika ekonomi global saat ini dan kedepan cenderung memberikan dampak buruk bagi ekonomi di tanah air. Sekalipun kebijakan tersebut tidak sepenuhnya mampu mengatasi dilema anggaran pemerintah saat ini, tetapi kebijakan apapun yang diambil setelah Trump menjabat akan lebih terukur," pungkasnya.
Kebijakan menaikkan PPN ini sebaiknya dipertimbangkan ulang, setidaknya hingga kita tahu arah kebijakan ekonomi pemerintah AS di tahun depan. Sejauh ini Presiden telah menginstruksikan untuk mengurangi anggaran infrastruktur. Langkah ini sebenarnya sudah memberikan pesan kepada kita bahwa pemerintah sudah menetapkan skala prioritas pengeluarannya.
Baca Juga: PPN Naik Jadi 12% Berlaku di 2025, Ini Daftar Barang dan Jasa Terdampak dan Tak Terdampak
"Hanya saja, AS sangat berpeluang merubah tatanan ekonomi global dengan arah kebijakan yang baru. Dinamika ekonomi global saat ini dan kedepan cenderung memberikan dampak buruk bagi ekonomi di tanah air. Sekalipun kebijakan tersebut tidak sepenuhnya mampu mengatasi dilema anggaran pemerintah saat ini, tetapi kebijakan apapun yang diambil setelah Trump menjabat akan lebih terukur," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :