Armada Bayangan Rusia Dihantam Sanksi Terbaru, 30 Kapal Tanker Dibidik Inggris
Selasa, 26 November 2024 - 11:40 WIB
Sebagian besar kapal induk minyak yang ditargetkan oleh sanksi baru adalah kapal berbendera Rusia, menurut daftar yang dipublikasikan. Ini juga termasuk kapal yang berlayar di bawah bendera Panama, dan kapal tanker yang terdaftar di Gabon. Dalam daftar juga termasuk dua perusahaan asuransi.
Pemerintah Barat seperti diketahui telah memukul Rusia dengan rentetan sanksi atas konflik Ukraina. Di antara sanksi lain yang sudah diperkenalkan yakni, pembatasan harga minyak , bersama dengan embargo minyak laut Rusia dalam upaya memberikan tekanan terhadap perekonomian Moskow.
Sementara itu pada saat yang sama, tetap menjaga minyak mentah Rusia mengalir ke pasar global agar tidak memicu kenaikan harga. Kebijakan di atas sudah diberlakukan sejak Desember 2022, dan diikuti pada Februari 2023 oleh pembatasan serupa pada ekspor produk minyak bumi Rusia.
Mereka melarang perusahaan Barat menyediakan asuransi dan layanan lain untuk pengiriman minyak mentah Rusia, kecuali kargo yang dibeli dengan harga di bawah USD60 per barel, dimana saat itu levelnya di bawah harga pasar saat ini.
Sebagai tanggapan, Moskow melarang perusahaan Rusia mematuhi batas dan mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke Asia, terutama India dan China.
Pemerintah Barat seperti diketahui telah memukul Rusia dengan rentetan sanksi atas konflik Ukraina. Di antara sanksi lain yang sudah diperkenalkan yakni, pembatasan harga minyak , bersama dengan embargo minyak laut Rusia dalam upaya memberikan tekanan terhadap perekonomian Moskow.
Sementara itu pada saat yang sama, tetap menjaga minyak mentah Rusia mengalir ke pasar global agar tidak memicu kenaikan harga. Kebijakan di atas sudah diberlakukan sejak Desember 2022, dan diikuti pada Februari 2023 oleh pembatasan serupa pada ekspor produk minyak bumi Rusia.
Mereka melarang perusahaan Barat menyediakan asuransi dan layanan lain untuk pengiriman minyak mentah Rusia, kecuali kargo yang dibeli dengan harga di bawah USD60 per barel, dimana saat itu levelnya di bawah harga pasar saat ini.
Sebagai tanggapan, Moskow melarang perusahaan Rusia mematuhi batas dan mengalihkan sebagian besar ekspor energinya ke Asia, terutama India dan China.
Lihat Juga :