Pengusaha Tidak Lagi Pede, Ekonomi Sulit Bergerak Saat Kasus Covid-19 Terus Naik
Senin, 31 Agustus 2020 - 14:31 WIB
Dia menilai bila dibandingkan dengan kuartal-II yang terkontraksi sebesar minus 5,32%, kuartal-III menunjukkan adanya penurunan minus. Namun, meski ada perbaikan, untuk terhindar dalam jurang resesi terlihat sulit.
(Baca Juga: Sri Mulyani Belum Lempar Handuk, Klaim Daya Tahan Ekonomi RI Terjaga )
"Saat ini kelihatannya sulit untuk menghindari resesi karena di kuartal-III secara realistis ekonomi akan tetap tumbuh negatif walaupun akan ada perbaikan yang cukup signifikan dari kuartal-II," ujarnya.
Dia menjelaskan, pemicu resesi itu karena situasi terkini para pelaku usaha merasa tingkat konsumsi masyarakat belum ada peningkatan yang signifikan. Selain itu, stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) penyerapan anggarannya masih rendah.
"Ini bukan hal yang mudah karena hingga tengah kuartal-III ini pun pelaku usaha merasakan peningkatan konsumsi tidak cukup signifikan, stimulus-stimulus belum didistribusikan dengan maksimal dan realisasi belanja pemerintah juga masih rendah," katanya.
(Baca Juga: Sri Mulyani Belum Lempar Handuk, Klaim Daya Tahan Ekonomi RI Terjaga )
"Saat ini kelihatannya sulit untuk menghindari resesi karena di kuartal-III secara realistis ekonomi akan tetap tumbuh negatif walaupun akan ada perbaikan yang cukup signifikan dari kuartal-II," ujarnya.
Dia menjelaskan, pemicu resesi itu karena situasi terkini para pelaku usaha merasa tingkat konsumsi masyarakat belum ada peningkatan yang signifikan. Selain itu, stimulus program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) penyerapan anggarannya masih rendah.
"Ini bukan hal yang mudah karena hingga tengah kuartal-III ini pun pelaku usaha merasakan peningkatan konsumsi tidak cukup signifikan, stimulus-stimulus belum didistribusikan dengan maksimal dan realisasi belanja pemerintah juga masih rendah," katanya.
Lihat Juga :