Ramalan Gubernur Bank Indonesia: The Fed Turunkan Suku Bunga 2 Kali Tahun Depan
Sabtu, 14 Desember 2024 - 22:47 WIB
Imbas dari kebijakan Trump 2.0, kata Perry juga akan berbeda di masing-masing negara. Apalagi pertumbuhan ekonomi global saat ini diperkirakan dari 3,2% ke 3,1% pada 2025 dan akan turun lagi ke 3% pada tahun 2026.
BI juga memprediksi hanya AS negara maju dengan pertumbuhan ekonomi positif dalam dua tahun mendatang. Eropa dan China bakal mengalami penurunan, sedangkan Jepang masih mampu bertahan, meski sempat mengalami pertumbuhan 0 persen pada 2024.
Salah satu cara untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah dengan ekspor. Untuk maksimalisasi langkah ini, Indonesia harus melakukan ekspor ke negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
“Berarti kita harus melakukan negosiasi bilateral. Iya, kita harus impor lebih banyak, tapi harus lebih banyak lagi yang diekspor sehingga aktivitasnya akan terus naik,” ujar Perry.
Selain dari perdagangan, pariwisata juga memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut Perry, Indonesia sebaiknya menyasar turis asal India. “Karena minimum day spent mereka lima hari,” ujar Perry.
BI juga memprediksi hanya AS negara maju dengan pertumbuhan ekonomi positif dalam dua tahun mendatang. Eropa dan China bakal mengalami penurunan, sedangkan Jepang masih mampu bertahan, meski sempat mengalami pertumbuhan 0 persen pada 2024.
Salah satu cara untuk memacu pertumbuhan ekonomi adalah dengan ekspor. Untuk maksimalisasi langkah ini, Indonesia harus melakukan ekspor ke negara dengan pertumbuhan ekonomi tinggi.
“Berarti kita harus melakukan negosiasi bilateral. Iya, kita harus impor lebih banyak, tapi harus lebih banyak lagi yang diekspor sehingga aktivitasnya akan terus naik,” ujar Perry.
Selain dari perdagangan, pariwisata juga memiliki peran penting untuk pertumbuhan ekonomi. Menurut Perry, Indonesia sebaiknya menyasar turis asal India. “Karena minimum day spent mereka lima hari,” ujar Perry.
Lihat Juga :