Bea Cukai Resmi Operasikan 10 Alat Pemindai Peti Kemas di Pelabuhan Tanjung Priok

Rabu, 18 Desember 2024 - 17:21 WIB
Direktur Jenderal Bea Cukai Askolani di Tempat Penimbunan Sementara TPK Koja, Tanjung Priok, Rabu (18/12/2024). Foto/Dok. SINDOnews
JAKARTA - Bea Cukai resmi memulai pemberlakuan alat pemindai peti kemas barang impor dan ekspor di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Pemberlakuan alat pemindai peti kemas ini untuk mendukung Asta Cita ke-7 Presiden Prabowo Subianto, yaitu memerangi segala bentuk penyelundupan barang ekspor dan impor.

Dengan alat ini pemindaian isi peti kemas secara cepat dan akurat tanpa perlu membuka fisik kontainer ini. ”Proses pemeriksaan menjadi lebih efisien, mengurangi waktu tunggu, serta mencegah penyelundupan barang ilegal atau berbahaya,” kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Askolani di Tempat Penimbunan Sementara TPK Koja, Tanjung Priok, Rabu (18/12/2024). Baca juga:



Cukai Rokok Tetap di 2025, tapi Harga Jual Eceran Naik

Diketahui, tahun ini jumlah peti kemas impor di Pelabuhan Tanjung Priok tercatat sebanyak 1.296.779. Sedangkan jumlah peti kemas ekspor sebanyak 765.143. Meski tren jumlah peti kemas barang impor dan ekspor pada 2024 menunjukkan penurunan signifikan dari tahun 2023 (1.316.322 untuk impor dan 1.113.748 untuk ekspor), tetapi masih terjadi pelanggaran kepabeanan oleh beberapa pelaku usaha.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!