Indonesia Temukan Varietas Sawit dengan Potensi Produksi CPO Tinggi
Jum'at, 20 Desember 2024 - 17:09 WIB
"Buahnya pun memiliki daging tebal dan potensi rendemen tinggi sehingga potensi produktivitas CPOnya bisa sampai 12 ton. Ini akan menjadi salah satu solusi untuk Indonesia di masa mendatang dalam mewujudkan ketahanan energi dan pangan," kata dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis (19/12) di Jakarta.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN RI, Aminuddin Ma’ruf yang menyaksikan peluncuran Nusaklon 1 dan Nusaklon 2 menyatakan bahwa keberadaan varietas ini akan kian memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama CPO global.
Selain mampu menghasilkan produktivitas CPO yang tinggi, NUSAKlon turut memiliki ragam keunggulan lainnya, mulai dari pertumbuhan vegetatif yang seragam, persentase potensi rendemen yang tinggi, hingga kualitas kandungan minyak, baik oleat, karoten, vitamin dan skualena yang lebih baik.
"Semoga NUSAKlon mampu meningkatkan produktivitas CPO Indonesia sehingga program pemerintah dalam kemandirian pangan dapat kita wujudkan dalam tempo singkat," kata Aminuddin.
Sementara itu Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa turut menjelaska, NUSAKlon yang mulai dikembangkan sejak 2009 mulai dilakukan pengujian lapangan sejak 2016 di Kebun Benih Kelapa Sawit Adolina yang dikelola oleh PTPN IV melalui Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PPKS.
Hal senada disampaikan oleh Wakil Menteri BUMN RI, Aminuddin Ma’ruf yang menyaksikan peluncuran Nusaklon 1 dan Nusaklon 2 menyatakan bahwa keberadaan varietas ini akan kian memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen utama CPO global.
Selain mampu menghasilkan produktivitas CPO yang tinggi, NUSAKlon turut memiliki ragam keunggulan lainnya, mulai dari pertumbuhan vegetatif yang seragam, persentase potensi rendemen yang tinggi, hingga kualitas kandungan minyak, baik oleat, karoten, vitamin dan skualena yang lebih baik.
"Semoga NUSAKlon mampu meningkatkan produktivitas CPO Indonesia sehingga program pemerintah dalam kemandirian pangan dapat kita wujudkan dalam tempo singkat," kata Aminuddin.
Sementara itu Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa turut menjelaska, NUSAKlon yang mulai dikembangkan sejak 2009 mulai dilakukan pengujian lapangan sejak 2016 di Kebun Benih Kelapa Sawit Adolina yang dikelola oleh PTPN IV melalui Kerja Sama Operasi (KSO) dengan PPKS.
Lihat Juga :