3 Alasan BRICS Gagal Taklukkan Dominasi Dolar, Salah Satunya Dapat Tekanan Besar
Jum'at, 27 Desember 2024 - 11:15 WIB
Agenda dedolarisasi BRICS dinilai akan sulit berlanjut setelah Donald Trump kembali memerintah Amerika Serikat (AS). FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - BRICS kemungkinan besar tidak akan bergerak dengan begitu leluasa setelah Donald Trump Kembali ke Gedung Putih. Anggapan ini telah banyak dilontarkan oleh analis yang menganggap jika kelompok ekonomi tersebut akan mulai tersendat.
BRICS sejak awal telah jadi kelompok negara yang paling vokal untuk menyerukan dedolarisasi selama beberapa tahun terakhir. Meski begitu, meninggalkan dolar AS dan menciptakan mata uang baru bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Baca Juga: Daftar Negara yang Terang-terangan Melakukan Dedolarisasi
Meskipun dampak meninggalkan dolar AS ini memang terlihat meyakinkan untuk kebanyakan negara, namun terdapat risiko besar di dalamnya. Dimana salah satunya adalah AS tidak akan semudah itu melepaskan dominasinya.
1. Dolar AS Masih Terlalu Kuat
BRICS sejak awal telah jadi kelompok negara yang paling vokal untuk menyerukan dedolarisasi selama beberapa tahun terakhir. Meski begitu, meninggalkan dolar AS dan menciptakan mata uang baru bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan.
Baca Juga: Daftar Negara yang Terang-terangan Melakukan Dedolarisasi
Meskipun dampak meninggalkan dolar AS ini memang terlihat meyakinkan untuk kebanyakan negara, namun terdapat risiko besar di dalamnya. Dimana salah satunya adalah AS tidak akan semudah itu melepaskan dominasinya.
3 Alasan BRICS akan Gagal Taklukkan Dominasi Dolar AS
1. Dolar AS Masih Terlalu Kuat
Lihat Juga :