Catatan BPS: Harga Emas Masih Tinggi

Rabu, 02 September 2020 - 08:48 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski pada Agustus terjadi deflasi sebesar 0,05% akan tetapi ada kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski pada Agustus terjadi deflasi sebesar 0,05% akan tetapi ada kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi yakni 2,02% dan andilnya terhadap inflasi 0,13%.

(Baca Juga: Waduh, Deflasi 2 Bulan Beruntun Jadi Sinyal Resesi Sudah Masuk )



Adapun kenaikan tertinggi disumbang oleh harga emas yang melambung tinggi. Serta, minyak goreng dan rokok kretek filter menyumbang inflasi yang mencapai 0,01% .

"Kenaikan harga emas perhiasan yang memberikan andil inflasi 0,12%. Kenaikan harga emas perhiasan ini terjadi di 90 kota indeks harga konsumen," kata Suhariyanto dalam preskon virtual.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!