Sanksi AS Ganggu Pasokan Rusia, Harga Minyak Mendidih Sentuh Level Tertinggi
Selasa, 14 Januari 2025 - 09:10 WIB
Kenaikan ini akibat penyuling China dan India mencari pasokan bahan bakar alternatif karena mereka beradaptasi dengan sanksi baru AS terhadap produsen dan kapal tanker Rusia yang dirancang untuk mengekang pendapatan eksportir minyak terbesar kedua di dunia.
"Ada kekhawatiran yang nyata di pasar mengenai gangguan pasokan. Skenario terburuk untuk minyak Rusia tampaknya menjadi skenario realistis," ujar analis PVM, Tamas Varga. "Tetapi tidak jelas apa yang akan terjadi ketika Donald Trump mulai menjabat pada hari Senin depan."
Baca Juga: Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut
Goldman Sachs memperkirakan kapal-kapal yang ditargetkan oleh sanksi baru mengangkut 1,7 juta barel per hari (bph) minyak pada 2024, atau 25% dari ekspor Rusia. Bank ini semakin mengharapkan proyeksi untuk kisaran Brent USD70-USD85 untuk bergerak naik.
"Tidak ada yang akan menyentuh kapal-kapal yang ada dalam daftar sanksi atau mengambil posisi baru," ujar Igho Sanomi, pendiri perusahaan perdagangan minyak dan gas Taleveras Petroleum.
"Ada kekhawatiran yang nyata di pasar mengenai gangguan pasokan. Skenario terburuk untuk minyak Rusia tampaknya menjadi skenario realistis," ujar analis PVM, Tamas Varga. "Tetapi tidak jelas apa yang akan terjadi ketika Donald Trump mulai menjabat pada hari Senin depan."
Baca Juga: Rusia Hujan Sanksi AS, Kilang-kilang Minyak China dan India Kalang Kabut
Goldman Sachs memperkirakan kapal-kapal yang ditargetkan oleh sanksi baru mengangkut 1,7 juta barel per hari (bph) minyak pada 2024, atau 25% dari ekspor Rusia. Bank ini semakin mengharapkan proyeksi untuk kisaran Brent USD70-USD85 untuk bergerak naik.
"Tidak ada yang akan menyentuh kapal-kapal yang ada dalam daftar sanksi atau mengambil posisi baru," ujar Igho Sanomi, pendiri perusahaan perdagangan minyak dan gas Taleveras Petroleum.
Lihat Juga :