Penerimaan Kepabeanan dan Cukai Progresif Bantu APBN 2024 Tumbuh Positif
Rabu, 15 Januari 2025 - 11:39 WIB
Memasuki semester II, perekonomian mulai pulih seiring meredanya harga minyak global dan kenaikan harga komoditas utama seperti batu bara, nikel, dan CPO. Yield SBN turun menjadi 7% pada Desember, inflasi berhasil ditekan ke 1,57%, dan nilai tukar rupiah menguat ke Rp16.162 per USD. Selain itu pendapatan negara pun tumbuh 2,1% (yoy), didorong peningkatan penerimaan, termasuk kepabeanan dan cukai.
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menjelaskan, bahwa Bea Cukai mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan penerimaan sebesar 4,9% (yoy). Total penerimaan Bea Cukai mencapai Rp300,2 triliun yang terdiri dari:
• Bea Masuk: Rp53,0 triliun (92,3% dari target), tumbuh 4,1% (yoy) didorong peningkatan nilai impor dan penguatan kurs USD.
• Bea Keluar: Rp20,9 triliun (119,2% dari target), tumbuh 53,6% (yoy) akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah dan kenaikan harga CPO.
• Cukai: Rp226,4 triliun (92% dari target), tumbuh 2% (yoy) berkat kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Selain penerimaan, Bea Cukai juga mencatatkan peningkatan kinerja di sektor pengawasan dan fasilitasi. Di sektor pengawasan, Bea Cukai telah melakukan 45.725 penindakan (naik 10%) berkat penindakan terhadap pelanggaran impor, ekspor, MMEA, fasilitas, dan NPP. Sementara kinerja fasilitasi juga tercatat positif dengan nilai insentif kepabeanan yang diberikan mencapai Rp36,8 triliun atau tumbuh 19,6% (yoy).
Kepala Subdirektorat Humas dan Penyuluhan Bea Cukai, Budi Prasetiyo menjelaskan, bahwa Bea Cukai mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2024 dengan pertumbuhan penerimaan sebesar 4,9% (yoy). Total penerimaan Bea Cukai mencapai Rp300,2 triliun yang terdiri dari:
• Bea Masuk: Rp53,0 triliun (92,3% dari target), tumbuh 4,1% (yoy) didorong peningkatan nilai impor dan penguatan kurs USD.
• Bea Keluar: Rp20,9 triliun (119,2% dari target), tumbuh 53,6% (yoy) akibat kebijakan relaksasi ekspor mineral mentah dan kenaikan harga CPO.
• Cukai: Rp226,4 triliun (92% dari target), tumbuh 2% (yoy) berkat kebijakan kenaikan tarif cukai hasil tembakau (CHT) dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA).
Selain penerimaan, Bea Cukai juga mencatatkan peningkatan kinerja di sektor pengawasan dan fasilitasi. Di sektor pengawasan, Bea Cukai telah melakukan 45.725 penindakan (naik 10%) berkat penindakan terhadap pelanggaran impor, ekspor, MMEA, fasilitas, dan NPP. Sementara kinerja fasilitasi juga tercatat positif dengan nilai insentif kepabeanan yang diberikan mencapai Rp36,8 triliun atau tumbuh 19,6% (yoy).
Lihat Juga :