Stasiun Whoosh Karawang Perkuat Konektivitas dan Buka Peluang Investasi
Jum'at, 17 Januari 2025 - 15:48 WIB
Sementara itu, CEO Rumah123, Wasudewan, mengungkapkan bahwa permintaan properti di tiga daerah yang dilalui kereta cepat Whoosh, yakni Halim, Padalarang, dan Tegal Luar, mengalami kenaikan signifikan, yakni sekitar 2,1 hingga 2,4 persen.
"Sebagai contoh, dengan adanya pembangunan Agung Podomoro Land seluas 130 hektare, harga tanah di Karawang diperkirakan akan lebih tinggi daripada Jakarta," imbuh Wasudewan.
Peresmian kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Whoosh pada 24 Desember 2024 lalu memberikan dampak positif terhadap properti di kawasan tersebut. Wasudewan menjelaskan bahwa jika dilihat dari sisi peningkatan median harga properti, terjadi kenaikan sebesar 13,9 persen dari kuartal 3 ke kuartal 4, yang menjadikan Karawang sebagai titik penghubung strategis antara Jakarta dan Bandung.
Ia juga menambahkan bahwa pengeluaran konsumen terbesar saat ini adalah untuk transportasi. Kehadiran Whoosh sebagai sarana transportasi yang efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penjualan properti di Karawang.
Regional Marketing Director Agung Podomoro Land, Tedi Guswana mengatakan saat ini proyek Parkland Podomoro mengalami lonjakan pembelian pasca-operasional kereta cepat Whoosh di Karawang.
"Sejauh ini, ada beberapa alasan mengapa proyek Parkland mengalami peningkatan penjualan setelah operasional Whoosh. Pertama, lokasinya yang relatif dekat, hanya 15 menit perjalanan. Kedua, belum ada pengembang skala nasional yang beroperasi dalam radius dekat dengan skala lebih dari 100 hektare. Ketiga, kami juga menyediakan kemudahan akses menuju Stasiun KCIC dari proyek kami," kata Tedi.
"Sebagai contoh, dengan adanya pembangunan Agung Podomoro Land seluas 130 hektare, harga tanah di Karawang diperkirakan akan lebih tinggi daripada Jakarta," imbuh Wasudewan.
Peresmian kawasan Transit Oriented Development (TOD) Stasiun Whoosh pada 24 Desember 2024 lalu memberikan dampak positif terhadap properti di kawasan tersebut. Wasudewan menjelaskan bahwa jika dilihat dari sisi peningkatan median harga properti, terjadi kenaikan sebesar 13,9 persen dari kuartal 3 ke kuartal 4, yang menjadikan Karawang sebagai titik penghubung strategis antara Jakarta dan Bandung.
Ia juga menambahkan bahwa pengeluaran konsumen terbesar saat ini adalah untuk transportasi. Kehadiran Whoosh sebagai sarana transportasi yang efisien diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap penjualan properti di Karawang.
Regional Marketing Director Agung Podomoro Land, Tedi Guswana mengatakan saat ini proyek Parkland Podomoro mengalami lonjakan pembelian pasca-operasional kereta cepat Whoosh di Karawang.
"Sejauh ini, ada beberapa alasan mengapa proyek Parkland mengalami peningkatan penjualan setelah operasional Whoosh. Pertama, lokasinya yang relatif dekat, hanya 15 menit perjalanan. Kedua, belum ada pengembang skala nasional yang beroperasi dalam radius dekat dengan skala lebih dari 100 hektare. Ketiga, kami juga menyediakan kemudahan akses menuju Stasiun KCIC dari proyek kami," kata Tedi.
Lihat Juga :