Babak Baru Perjalanan Bisnis Bukalapak, Akankah Lebih Menjanjikan?

Jum'at, 17 Januari 2025 - 21:21 WIB
Budi juga menambahkan bahwa nilai buku per saham BUKA masih berada pada tingkat yang menarik. "Nilai per saham di Rp240 saat ini dihargai pada rentang Rp120-an per lembar. Sahamnya masih layak dikoleksi, terutama jika perusahaan berhasil keluar dari sektor yang merugi," kata dia.

Keputusan BUKA untuk mengeliminasi unit bisnis yang tidak menguntungkan dinilai sebagai langkah realistis. Hal ini sejalan dengan dinamika industri e-commerce yang semakin kompetitif. Diskon besar-besaran yang sempat menjadi strategi utama perlahan mulai kehilangan daya tarik, sementara daya beli konsumen cenderung fluktuatif.

"Daripada terus membakar uang untuk sektor yang sulit menghasilkan keuntungan, lebih baik fokus pada peluang investasi yang lebih prospektif. Ini membantu menjaga kondisi keuangan perusahaan tetap sehat," tambah Budi.

Sementara, Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana mengatakan, saat ini BUKA memiliki berbagai platform yang berbeda, seperti aplikasi dan situs web Bukalapak, Mitra Bukalapak, aplikasi investasi kami, BMoney, platform gaming itemku dan Lapak Gaming maupun beberapa brand ritel, seperti Rexus, Russ and Co dan Pexio.

Baca Juga: Bukalapak Tutup Layanan Marketplace, Ganti Jualan Pulsa hingga Token Listrik
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!