Perkuat Industri Petrokimia RI, Pemerintah Perlu Contoh Korsel

Selasa, 11 Februari 2025 - 20:20 WIB
Strategi yang diterapkan meliputi restrukturisasi bisnis melalui insentif pajak, bantuan keuangan hingga ₩3 triliun atau USD2,1 miliar, perpanjangan jatuh tempo pinjaman, serta pembebasan bea masuk minyak mentah untuk produksi nafta hingga akhir 2025. Pemerintah Korsel juga mendorong investasi R&D dalam bahan kimia khusus bernilai tinggi dan ramah lingkungan, serta mempercepat pembangunan terminal etana dan tangki penyimpanan untuk memastikan pasokan bahan baku lebih efisien.

Baca Juga: Banjir Produk Impor, Industri Petrokimia Makin Tertekan

Sebagaimana diketahui, industri petrokimia global menghadapi tantangan besar akibat lemahnya permintaan dan kelebihan pasokan. Mengutip ICIS.com Korea Selatan sebagai pemain utama merasakan dampak signifikan. Empat produsen besar LG Chemical, Lotte Chemical, Kumho Petrochemical, dan Hanwha Solutions mengalami tekanan berat sepanjang 2024.

ICIS.com, menyebutkan bahwa LG Chemical mencatat kerugian bersih ₩899,2 miliar pada kuartal IV-2024, berbanding terbalik dengan laba ₩128,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lotte Chemical juga merugi ₩514 miliar pada kuartal III 2024 akibat lambatnya pemulihan permintaan. Kumho Petrochemical masih membukukan laba ₩61,3 miliar pada kuartal IV-2024, tetapi turun 33% secara tahunan akibat lemahnya pasar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!