Skatmat BRICS, Menkeu AS Sebut Dolar AS Tak Bisa Tergantikan

Kamis, 13 Februari 2025 - 05:09 WIB
"Saya telah berada di pasar mata uang selama 30-35 tahun dan saya dapat memberi tahu Anda, tidak ada alternatif untuk dolar. Negara-negara lain (BRICS) ini dapat membicarakannya, mereka mungkin mencoba untuk mengambil status mata uang cadangan kami, tetapi tidak ada mata uang cadangan lain di cakrawala," kata Bessent.

Kelompok negara-negara berkembang terdepan di dunia, BRICS terdiri dari anggota pendiri Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan bersama dengan Mesir, Ethiopia, Iran, Indonesia, dan Uni Emirat Arab.

Selain itu, Belarusia, Bolivia, Kazakhstan, Thailand, Kuba, Uganda, Malaysia, dan Uzbekistan diperkirakan akan mendapatkan status mitra resmi BRICS tahun ini. Lebih dari 30 negara diklaim telah mengajukan aplikasi untuk bergabung dengan blok tersebut.

Pernyataan Bessent juga mencuat setelah Donald Trump memperingatkan negara-negara anggota BRICS agar tidak mengganti "dolar AS yang perkasa" sebagai mata uang cadangan. Ia mengulangi ancaman tarif 100% yang dia buat beberapa minggu setelah memenangkan pemilihan presiden November.

"Tidak ada kemungkinan bahwa BRICS akan menggantikan dolar AS dalam perdagangan internasional atau di tempat lain, dan negara mana pun yang mencoba harus berhadapan dengan tarif dan selamat tinggal kepada Amerika!" tulis Trump di platform Truth Social-nya minggu lalu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!