Boncos Rp4.836 Triliun, Sanksi Barat ke Rusia Jadi Bumerang buat Perusahaan AS

Rabu, 19 Februari 2025 - 07:56 WIB
Dmitriev mengaku, bahwa Moskow sudah berhubungan dengan anggota pemerintahan Presiden AS Donald Trump menjelang pembicaraan, dan menganggap mereka sebagai "pemecah masalah yang hebat." Dia mengatakan, bahwa sinyal dari Washington sejauh ini positif, dimana Trump dan timnya mengindikasikan bahwa mereka ingin membangun kembali dialog.

Pembicaraan di Ibukota Saudi, Riyadh, diusulkan menyusul panggilan telepon pekan lalu antara Trump dan Presiden Rusia, Vladimir Putin.

Sementara itu diperkirakan tidak ada kepala negara yang akan menghadiri pembicaraan tersebut. Dialog tersebut bakal dilakukan oleh pejabat tingkat tinggi, termasuk Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio. Sedangkan diplomat Ukraina maupun Uni Eropa tidak akan hadir dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga: Sanksi Barat Tumpul, Ekonomi Rusia Tetap Perkasa Tumbuh 4,1% di 2024

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov sebelumnya menjelaskan, bahwa lokasi pembicaraan dipilih karena cocok untuk kedua negara. Dia menambahkan, bahwa pertemuan itu akan dikhususkan untuk "memulihkan hubungan Rusia-Amerika" dan meletakkan dasar untuk pertemuan Trump-Putin.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!