Penghinaan AS Terhadap G20 Afrika Selatan Bisa Jadi Hadiah bagi Negara-negara BRICS
Kamis, 20 Februari 2025 - 17:21 WIB
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva, Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa, Presiden China Xi Jinping, berfoto bersama didampingi para pemimpin negara lainnya saat menghadiri KTT G20 di Rio de Janeiro, Brasil, 18 November 2024. FOTO/Reuters
JAKARTA - Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa sebagai Ketua G20 ingin fokus merombak institusi-institusi global yang dianggap condong ke Barat. Namun, langkah tersebut kini bertentangan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, yang mengancam merusak momen bersejarah Afrika Selatan sebagai tuan rumah pertama G20 di Benua Afrika.
Ketegangan ini berawal dari perdebatan publik antara Trump dan Ramaphosa terkait kebijakan domestik Afrika Selatan mengenai undang-undang pengambilalihan tanah, kebijakan kesetaraan, serta Perang Israel di Gaza. Akibatnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G20 di Johannesburg.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga mengumumkan bahwa ia akan melewatkan pertemuan menteri keuangan G20 minggu depan untuk lebih fokus pada urusan domestik. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah ketidakhadiran ini bersifat sementara, atau apakah ini adalah langkah awal dari penarikan AS dari G20, di tengah upaya Trump membentuk tatanan dunia baru yang lebih menguntungkan Amerika.
Baca Juga: Pembicaraan Trump dan Putin Singgung Soal BRICS, Ini 7 Poin Lengkapnya
Menurut sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya, Afrika Selatan kemungkinan akan memperkecil peran AS dalam kepresidenannya di G20. Bahkan, ada kemungkinan Trump akan memilih untuk tidak menghadiri pertemuan puncak para pemimpin G20 pada bulan November, yang bisa menjadi cara untuk mempermalukan Ramaphosa.
Ketegangan ini berawal dari perdebatan publik antara Trump dan Ramaphosa terkait kebijakan domestik Afrika Selatan mengenai undang-undang pengambilalihan tanah, kebijakan kesetaraan, serta Perang Israel di Gaza. Akibatnya, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memutuskan untuk tidak menghadiri pertemuan para menteri luar negeri G20 di Johannesburg.
Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, juga mengumumkan bahwa ia akan melewatkan pertemuan menteri keuangan G20 minggu depan untuk lebih fokus pada urusan domestik. Keputusan ini menimbulkan pertanyaan mengenai apakah ketidakhadiran ini bersifat sementara, atau apakah ini adalah langkah awal dari penarikan AS dari G20, di tengah upaya Trump membentuk tatanan dunia baru yang lebih menguntungkan Amerika.
Baca Juga: Pembicaraan Trump dan Putin Singgung Soal BRICS, Ini 7 Poin Lengkapnya
Menurut sejumlah sumber yang enggan disebutkan namanya, Afrika Selatan kemungkinan akan memperkecil peran AS dalam kepresidenannya di G20. Bahkan, ada kemungkinan Trump akan memilih untuk tidak menghadiri pertemuan puncak para pemimpin G20 pada bulan November, yang bisa menjadi cara untuk mempermalukan Ramaphosa.
Lihat Juga :