16 Invensi Hasil Riset GRS 2021-2023, Lebih dari Separo Siap Hilirisasi!
Minggu, 02 Maret 2025 - 23:07 WIB
Ditambahkan, ketika kelapa sawit dikembangkan 30 tahun lalu, industri hanya mengenal Crude Palm Oil (CPO). Sekarang, Indonesia telah mengekspor lebih dari 93% dalam bentuk olahan sawit. Program hilirisasi berhasil dalam meningkatkan nilai tambah kelapa sawit kita.
"Kementerian Perindustrian bahan telah memiliki 'roadmap' atau peta jalan pengembangan hilirisasi industri, yang tidak hanya berbasis minyak, tetapi juga berbasis biomasa kelapa sawit," kata Lila.
Sementara itu, CEO Agro Investama Group, Petrus Tjandra mengungkapkan pengalamannya bekerja sama dengan AII dalam proses hilirisasi hasil riset yang dikembangkan salah satu anggota AII.
"Invensi ini tidak terkait dengan kelapa sawit, tetapi sebuah alat yang disebut Torsiplus hasil karya anak bangsa. Alat itu dipasang di mobil, baik solar maupun bensin yang dapat menghemat BBM dan mereduksi gas rumah kaca," tuturnya.
Alat tersebut, lanjut Petrus Tjandra, telah diujicoba pada tiga mobilnya dengan jenis yang berbeda-beda, dan terbukti mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga 30%.
Baca Juga: Sosialisasi Hasil Riset, AII Gelar Seminar Prospek Industri Hilir Sawit
"Semoga alat ini bisa diproduksi massal dalam waktu dekat dan diterima masyarakat dengan baik Karena selain hemat biaya, alat tersebut juga mereduksi gas rumah kaca untuk lingkungan hidup yang lebih baik," kata Petrus Tjandra.
"Kementerian Perindustrian bahan telah memiliki 'roadmap' atau peta jalan pengembangan hilirisasi industri, yang tidak hanya berbasis minyak, tetapi juga berbasis biomasa kelapa sawit," kata Lila.
Sementara itu, CEO Agro Investama Group, Petrus Tjandra mengungkapkan pengalamannya bekerja sama dengan AII dalam proses hilirisasi hasil riset yang dikembangkan salah satu anggota AII.
"Invensi ini tidak terkait dengan kelapa sawit, tetapi sebuah alat yang disebut Torsiplus hasil karya anak bangsa. Alat itu dipasang di mobil, baik solar maupun bensin yang dapat menghemat BBM dan mereduksi gas rumah kaca," tuturnya.
Alat tersebut, lanjut Petrus Tjandra, telah diujicoba pada tiga mobilnya dengan jenis yang berbeda-beda, dan terbukti mampu menghemat penggunaan bahan bakar hingga 30%.
Baca Juga: Sosialisasi Hasil Riset, AII Gelar Seminar Prospek Industri Hilir Sawit
"Semoga alat ini bisa diproduksi massal dalam waktu dekat dan diterima masyarakat dengan baik Karena selain hemat biaya, alat tersebut juga mereduksi gas rumah kaca untuk lingkungan hidup yang lebih baik," kata Petrus Tjandra.
(akr)
Lihat Juga :