Kanada Balik Balas AS, Terapkan Tarif 25% Senilai Rp2.521 Triliun
Rabu, 05 Maret 2025 - 05:09 WIB
Tahap pertama yang mulai berlaku yakni untuk produk senilai USD30 miliar (Rp487 triliun) dan sisanya USD125 miliar (Rp2.033 triliun) akan diterapkan dalam 21 hari ke depan.
"Tarif kami akan tetap berlaku sampai kebijakan perdagangan AS ditarik, dan jika tarif AS tidak berhenti, kami sedang dalam diskusi aktif dan berkelanjutan dengan provinsi dan wilayah untuk melakukan beberapa tindakan non-tarif," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan resminya.
Sementara itu Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin pagi, bahwa tarif 25% akan dikenakan pada produk dari Kanada dan Meksiko pada Selasa setelah sebelumnya aksi tersebut diberikan jeda selama 30 hari.
Trump mengatakan "tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada" untuk membuat kesepakatan agar menghindari pajak perdagangan yang tinggi. "Tidak, seperti yang Anda tahu, tarif semuanya sudah siap. Mereka mulai berlaku besok," katanya Senin pagi.
Presiden Trump mengklaim tarif itu adalah cara untuk memaksa kedua negara dalam memerangi aliran fentanil ke AS dengan lebih baik dan menghentikan imigrasi ilegal.
"Tarif kami akan tetap berlaku sampai kebijakan perdagangan AS ditarik, dan jika tarif AS tidak berhenti, kami sedang dalam diskusi aktif dan berkelanjutan dengan provinsi dan wilayah untuk melakukan beberapa tindakan non-tarif," kata Trudeau dalam sebuah pernyataan resminya.
Sementara itu Trump mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih pada Senin pagi, bahwa tarif 25% akan dikenakan pada produk dari Kanada dan Meksiko pada Selasa setelah sebelumnya aksi tersebut diberikan jeda selama 30 hari.
Trump mengatakan "tidak ada ruang tersisa bagi Meksiko atau Kanada" untuk membuat kesepakatan agar menghindari pajak perdagangan yang tinggi. "Tidak, seperti yang Anda tahu, tarif semuanya sudah siap. Mereka mulai berlaku besok," katanya Senin pagi.
Presiden Trump mengklaim tarif itu adalah cara untuk memaksa kedua negara dalam memerangi aliran fentanil ke AS dengan lebih baik dan menghentikan imigrasi ilegal.
Lihat Juga :