8 Miliarder Teknologi Babak Belur di 2025 usai Boncos Rp4.333 Triliun
Rabu, 12 Maret 2025 - 21:52 WIB
Pergerakan saham Amazon dan Oracle sama-sama turun sekitar 11%, sedangkan Dell dan Nvidia merosot pada kisaran 20%. Melengkapi grup ini adalah salah satu pendiri Alphabet, Larry Page dan Sergey Brin, dimana masing-masing hartanya turun sekitar USD18 miliar dan USD17 miliar pada tahun ini.
Semua itu usai saham perusahaan induk Google mengalami kejatuhan hingga 12%. Sedangkan kekayaan Steve Ballmer terpangkas sekitar USD13 miliar setelah saham Microsoft ambles 10%.
Kekayaan bersih delapan raksasa teknologi secara kolektif turun sebesar USD64 miliar, hanya dalam satu hari saja yakni Senin kemarin karena Nasdaq Composite turun 4%, untuk menjadi kerugian satu hari tertajam sejak 2022.
Seperti dilansir Bussines Insider, aksi jual dipicu oleh Trump yang memperingatkan akan ada "periode transisi" untuk ekonomi AS dalam wawancara Fox News pada hari Minggu.
Presiden tidak mengesampingkan, kemungkinan munculnya resesi Amerika. Dia menekankan, fokusnya adalah pada memperkuat Amerika dan mencapai kemakmuran jangka panjang: "Anda tidak bisa benar-benar mengawasi pasar saham."
Sebagai informasi agenda ekonomi Trump secara luas difokuskan pada penyetaraan hubungan perdagangan AS menggunakan tarif, membatasi imigrasi, memangkas peraturan, memotong pajak, dan mengurangi anggaran pemerintah federal. Kebijakannya telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memicu kekhawatiran resesi.
Semua itu usai saham perusahaan induk Google mengalami kejatuhan hingga 12%. Sedangkan kekayaan Steve Ballmer terpangkas sekitar USD13 miliar setelah saham Microsoft ambles 10%.
Kekayaan bersih delapan raksasa teknologi secara kolektif turun sebesar USD64 miliar, hanya dalam satu hari saja yakni Senin kemarin karena Nasdaq Composite turun 4%, untuk menjadi kerugian satu hari tertajam sejak 2022.
Seperti dilansir Bussines Insider, aksi jual dipicu oleh Trump yang memperingatkan akan ada "periode transisi" untuk ekonomi AS dalam wawancara Fox News pada hari Minggu.
Presiden tidak mengesampingkan, kemungkinan munculnya resesi Amerika. Dia menekankan, fokusnya adalah pada memperkuat Amerika dan mencapai kemakmuran jangka panjang: "Anda tidak bisa benar-benar mengawasi pasar saham."
Sebagai informasi agenda ekonomi Trump secara luas difokuskan pada penyetaraan hubungan perdagangan AS menggunakan tarif, membatasi imigrasi, memangkas peraturan, memotong pajak, dan mengurangi anggaran pemerintah federal. Kebijakannya telah menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan memicu kekhawatiran resesi.
Lihat Juga :