Bisnis di Eropa Runtuh Memaksa Raksasa Gas Rusia Jual Aset Properti Mewahnya

Jum'at, 14 Maret 2025 - 16:30 WIB
Ashley Kelty, seorang analis minyak dan gas di Panmure Liberum, memperkirakan bahwa gas pipa Rusia sekali lagi dapat mengalir ke Eropa jika ada kesepakatan damai Ukraina.

Namun, dia mengatakan, para pemimpin Eropa kemungkinan akan lebih waspada terhadapnya di masa depan dan hanya akan menggunakannya sebagai cara untuk menyeimbangkan eksposur mereka terhadap ekspor Amerika.

Kelty mengatakan: "Satu-satunya alternatif untuk LNG Rusia adalah membeli dari AS. "Jadi pertanyaannya adalah, apakah politisi di Brussels lebih suka terikat pada Trump atau Putin?

"Saya tidak meragukan kemampuan Gazprom untuk kembali. Satu-satunya pertanyaan adalah seputar campur tangan politik," bebernya.

Sejak perang di Ukraina pecah, negara-negara termasuk Jerman – yang sebelumnya sepenuhnya bergantung pada pipa untuk pasokan – juga telah membuka serangkaian fasilitas impor LNG, untuk memberi mereka lebih banyak rute impor.

Baca Juga: Era Gas Murah Rusia ke Uni Eropa Resmi Berakhir, Berikut Beragam Responsnya

Kelty menambahkan: "Jika Anda memiliki banyak sumber gas, itu akan menurunkan harga. "Tapi harga LNG akan turun mulai tahun depan. Ada lebih banyak kapasitas yang online."
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!