Rupiah Hari Ini Ditutup Makin Parah Jadi Rp16.611/USD
Selasa, 25 Maret 2025 - 16:32 WIB
Perekonomian sebenarnya sudah menunjukkan kelesuan bahkan ketika ancaman tarif Trump belum terlalu memanas. Arus pemutusan hubungan kerja besar-besaran yang melanda industri padat karya seperti tekstil, telah melukai konsumsi rumah tangga.
Selain itu ketidakpastian yang menyertai transisi kepemimpinan baik di Indonesia maupun AS telah berdampak pada permintaan kredit. Baca Juga: OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Rupiah Melemah di Atas Rp16.500
Walaupun Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi diperdagangan DNDF. Namun kekhawatiran investor telah meningkat karena inisiatif fiskal ekspansif Presiden Prabowo Subianto, yang telah menyebabkan pemotongan anggaran yang signifikan di sektor-sektor penting seperti pendidikan dan pekerjaan umum. Akibatnya pasar saham mengalami penurunan tajam terus-menerus bulan ini.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya diprediksi bergerak fluktuatif dan ditutup melemah direntang Rp16.610 - Rp16.660 per dolar AS.
Selain itu ketidakpastian yang menyertai transisi kepemimpinan baik di Indonesia maupun AS telah berdampak pada permintaan kredit. Baca Juga: OECD Pangkas Proyeksi Ekonomi RI, Rupiah Melemah di Atas Rp16.500
Walaupun Bank Indonesia (BI) telah melakukan intervensi di pasar valas dan obligasi diperdagangan DNDF. Namun kekhawatiran investor telah meningkat karena inisiatif fiskal ekspansif Presiden Prabowo Subianto, yang telah menyebabkan pemotongan anggaran yang signifikan di sektor-sektor penting seperti pendidikan dan pekerjaan umum. Akibatnya pasar saham mengalami penurunan tajam terus-menerus bulan ini.
Berdasarkan data di atas, mata uang rupiah untuk perdagangan selanjutnya diprediksi bergerak fluktuatif dan ditutup melemah direntang Rp16.610 - Rp16.660 per dolar AS.
(akr)
Lihat Juga :