Ini Wujud Komitmen Pemerintah Pastikan Masyarakat Mudah Akses BBM

Sabtu, 05 September 2020 - 13:08 WIB
Sedangkan pada kondisi hari libur atau weekend bisa mencapai 1 - 1,2 KL. “Ini merupakan Pertashop dengan volume penjualan atau Daily Objective Throughput/DOT cukup tinggi. Sharing kerja sama dengan mitra saat ini direncanakan akan diberikan margin sebesar Rp850/liter dibagi sesuai skema kerja sama,” ucap Bandi.

Lebih lanjut dijelaskan Bandi, modal dan operasional yang dibutuhkan untuk mendirikan Pertashop berkisar Rp400 jt diluar lahan, yang akan digunakan untuk pengadaan peralatan sebesar Rp300 jt dan biaya operasional lainnya sebesar Rp100 jt. Keuntungan kotor yang akan diperoleh Mitra rata-rata Rp500 ribu/hari atau Rp180 Jt/tahun.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa disela-sela kunjungan mengungkapkan BPH Migas sebagai lembaga yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan ketersediaan BBM diseluruh NKRI mendukung penuh pembangunan Pertashop di Desa-Desa. Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kementerian ESDM Kemendagri, PT. Pertamina (Persero) dan melakukan monitoring agar pembangunan Pertashop di 418 lokasi dapat berjalan tepat waktu.

"Pertashop tidak hanya sebagai solusi untuk menjamin ketersediaan BBM untuk masyarakat desa, tapi juga diharapkan mampu menggerakan ekonomi desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa," jelas Ifan, sapaanya

Dengan Keuntungan kotor yang akan diperoleh Mitra rata-rata Rp500 ribu/hari atau Rp180 Jt/tahun, artinya dalam kurun waktu 3 tahun estimasi telah tercapai BEP (break event point) "Dengan omset penjualan 1 KL/hari, Pertashop ini bisa menjadi percontohan. Ini gambaran riil bahwa bisnis ini sangat potensial, kisaran 3 tahun bisa kembali modal, sedangkan SPBU saja nilai investasi mencapai 10 M, perlu 10 tahun baru bisa mencapai BEP," ujar Ifan

Lebih lanjut Ifan menambahkan, karena yg dijual Pertashop adalah BBM jenis pertamax maka hal ini dapat mengurangi konsumsi premium yang saat ini masih tinggi volumenya dan premium merupakan jenis BBM khusus penugasan yang masih ada dana kompensasi dari Pemerintah yang nilainya hingga puluhan triliun rupiah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!