Sektor Industri Terdampak Tarif Impor AS, Pengamat: Respons RI Kalah Cepat Dibanding Vietnam

Minggu, 06 April 2025 - 14:37 WIB
"Pertumbuhan ekspor otomotif bisa jadi negatif begitu ada kenaikan tarif yang luar biasa. Pertama, konsumen AS menanggung tarif dengan harga pembelian kendaraan yang lebih mahal. Penjualan kendaraan bermotor turun di AS," jelasnya.

Selain itu, Bhima memperkirakan bahwa sektor padat karya seperti pakaian jadi dan tekstil juga akan terpuruk.

"Sektor padat karya seperti pakaian jadi dan tekstil diperkirakan makin terpuruk. Sebagian besar brand internasional yang ada di Indonesia, punya pasar besar di AS. Begitu kena tarif yang lebih tinggi, brand itu akan turunkan jumlah order/pemesanan ke pabrik Indonesia," katanya.

Dalam menghadapi tantangan ini, Bhima menekankan perlunya respons cepat dan strategis dari pemerintah. Pertama, negosiasi intensif dengan AS, seperti yang dilakukan Vietnam, sangat penting untuk melunakkan dampak tarif. Kedua, pengisian posisi Duta Besar RI di AS diperlukan untuk memfasilitasi dialog bilateral langsung dengan Gedung Putih.

Selain itu, perlindungan pasar domestik melalui revisi Permendag 8 tahun 2024 menjadi mendesak untuk mencegah banjir impor. Bank Indonesia juga diharapkan dapat memberikan stimulus moneter dengan menurunkan suku bunga acuan dan melakukan uji tekanan untuk mengantisipasi dampak resesi AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!