Pasar Batu Bara Masih Oke, Anak Usaha SGER Teken Kontrak Penjualan Rp596,2 Miliar
Selasa, 08 April 2025 - 18:28 WIB
Direktur Utama SGER, Welly Thomas mengakui adanya lompatan yang luar biasa terjadi pada 2024. “Pada 2020 setelah kita listing di Bursa Efek Indonesia, omset kita naik terus sampai tahun lalu, kita mencapai Rp14 triliun,” kata Welly di Graha BIP, Jakarta Selatan, Kamis (27/3/2025).
Welly benar. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, pendapatan SGER mencapai Rp10,88 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 14,30% ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp9,52 triliun.
Kenaikan pendapatan dalam sembilan bulan 2024 ini, didorong kenaikan penjualan batu bara dan nikel. Terdiri dari penjualan batu bara sebesar Rp10,65 triliun, atau naik 12,84% secara tahunan (year on year/yoy).
Sedangkan penjualan nikel SGER juga melesat 211,96% menjadi Rp228.52 miliar ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp73,25 miliar.
Welly masih optimistis batu bara masih diperlukan sebagai salah satu sumber energi baik di Indonesia maupun luar negeri. Khusus Indonesia, masih akan membutuhkan batu bara hingga 15-20 tahun ke depan. Karena, batu bara merupakan sumber energi termurah hingga saat ini.
“Ini (batu bara) adalah source listrik yang paling murah dan banyak situasi geopolitik yang akan mendukung penggunaan batu bara. Misalnya, Amerika Serikat akan bersaing dengan China. Di mana, Amerika tetap mendukung penggunaan batu bara,” tuturnya.
Welly benar. Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2024, pendapatan SGER mencapai Rp10,88 triliun, atau mengalami kenaikan sebesar 14,30% ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp9,52 triliun.
Kenaikan pendapatan dalam sembilan bulan 2024 ini, didorong kenaikan penjualan batu bara dan nikel. Terdiri dari penjualan batu bara sebesar Rp10,65 triliun, atau naik 12,84% secara tahunan (year on year/yoy).
Sedangkan penjualan nikel SGER juga melesat 211,96% menjadi Rp228.52 miliar ketimbang kuartal III-2023 sebesar Rp73,25 miliar.
Welly masih optimistis batu bara masih diperlukan sebagai salah satu sumber energi baik di Indonesia maupun luar negeri. Khusus Indonesia, masih akan membutuhkan batu bara hingga 15-20 tahun ke depan. Karena, batu bara merupakan sumber energi termurah hingga saat ini.
“Ini (batu bara) adalah source listrik yang paling murah dan banyak situasi geopolitik yang akan mendukung penggunaan batu bara. Misalnya, Amerika Serikat akan bersaing dengan China. Di mana, Amerika tetap mendukung penggunaan batu bara,” tuturnya.
Lihat Juga :