Dibalik Anjloknya Bursa, Ada Saham Valuasi Murah dan Royal Bagi-bagi Dividen

Kamis, 10 April 2025 - 12:18 WIB
Felix Darmawan menilai emiten TUGU tergolong memiliki harga yang relatif murah atau undervalue. Price to earning ratio (PER) TUGU pada saat ini berada pada 4,54x jauh lebih rendah dibandingkan IHSG yang berada di 15,1x.

PER merupakan metode valuasi yang membandingkan laba bersih per saham dengan harga pasarnya. Artinya laba bersih per saham TUGU selama 4,5 tahun sudah setara dengan harga sahamnya.

Baca Juga: IHSG Dibuka Melejit 5% Setelah Trump Umumkan Penundaan Tarif ke Sejumlah Negara

Begitu pula dengan rasio price to book value atau PBV TUGU yang berada di level 0,33x, jauh lebih rendah dibandingkan IHSG di 1,71x.

PBV adalah metode valuasi yang membandingkan nilai buku suatu emiten dengan harga pasarnya. Artinya harga saham TUGU saat ini hanya sepertiga dari nilai bukunya.

Menurut dia, dividen juga menjadi hal yang menarik di TUGU karena selalu diberikan sejak melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 2018 lalu. Dalam tiga tahun terakhir dividen yang dibagikan memiliki rasio sekitar 40% dari laba bersih.

Bila memakai dividen payout ratio (DPR) 30-40% maka dividen TUGU untuk tahun buku 2024 sekitar Rp210 miliar-Rp280 miliar dari laba bersih 2024 sebesar Rp700,85 miliar. Nilai ini setara dengan dividen per saham sebesar Rp59,06 hingga Rp78,75.

"Dividen yield dari harga saham pada penutupan Selasa sebesar 6,6% sampai 8,8%. Ini merupakan dividen yield yang menarik," ujarnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!