Gedung Putih: Lebih dari 75 Negara Coba Negosiasi Tarif dengan AS

Minggu, 13 April 2025 - 12:02 WIB
"Negara-negara ini dengan bijak mematuhi peringatan Presiden Trump untuk tidak membalas ... dan dihargai dengan jeda 90 hari dan tarif tarif timbal balik yang jauh lebih rendah," tambahnya.

Sebagai informasi pada awal April, Trump memberlakukan tarif universal 10% pada semua impor dan tarif "timbal balik" yang lebih tinggi pada negara-negara tertentu untuk mempromosikan manufaktur domestik dan mengatasi ketidakseimbangan perdagangan.

Sementara itu sebagian besar kenaikan tarif dihentikan sementar selama 90 hari, China dikecualikan dari penangguhan ini. Total tarif barang-barang China telah dinaikkan menjadi 145%.

Sebagai respons, China memberlakukan tarif 125% pada impor AS, sambil mengkritik tindakan Washington sebagai "intimidasi ekonomi" dan memperingatkan bahwa eskalasi yang berkelanjutan akan membuat AS menjadi "lelucon" dalam sejarah ekonomi global.

Ketika ditanya langsung tentang China, Leavitt menegaskan kembali sikap Trump. "Tarif-tarif ke China tetap di level kemarin 145 persen," tegasnya.

Beijing telah mengisyaratkan bahwa kenaikan tarif baru-baru ini mungkin yang terakhir, dan kenaikan lebih lanjut tidak akan masuk akal secara ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!