Tarif Trump Gerus Kekayaan 5 Miliarder Mode Teratas, Nomor 1 Rugi Rp547,4 T

Minggu, 13 April 2025 - 18:08 WIB
Usia: 71 tahun

Kewarganegaraan: Prancis

Peringkat global Forbes: 20

Sumber kekayaan: Fashion & ritel

Perusahaan: L'Oréal

Françoise Bettencourt Meyers, cucu dari pendiri L'Oréal menempati peringkat ke-20 dalam daftar miliarder Forbes 2025 dengan kekayaan USD81,6 miliar. Hal itu menjadikannya sebagai salah satu wanita terkaya di dunia.

Namun kekayaan bersih Francoise ambles menjadi USD77,6 miliar karena volatilitas pasar, menyebabkan dia jatuh ke urutan ke-19 dalam peringkat real-time Forbes.Dia dan keluarganya menguasai sepertiga dari L'Oréal, perusahaan kosmetik terbesar di dunia. Bettencourt Meyers telah menjabat di dewan perusahaan sejak 1997, tetapi Ia mengumumkan rencana pada Februari 2025 untuk pensiun pada akhir tahun.



Selain itu sektor bisnis, Ia juga mengawasi yayasan amal keluarga, yang mendukung sains dan seni di Prancis. Bersama L'Oréal, dia menyumbangkan USD226 juta untuk restorasi Katedral Notre-Dame setelah kebakaran 2019.

L'Oréal memproduksi lebih dari dua pertiga produk yang dijual di AS di dalam negeri, dengan penjualan tahunan AS mencapai USD11 miliar dan beroperasi di semua 50 negara bagian.

5. Tadashi Yanai: Kaisar Uniqlo

Kekayaan bersih: USD45.1 miliar

Usia: 76 tahun

Kewarganegaraan: Jepang

Peringkat global Forbes: 30

Sumber kekayaan: Fashion & ritel

Perusahaan: Fast Ritel (induk Uniqlo)



Tadashi Yanai, pendiri Uniqlo Jepang, menempati peringkat ke-30 secara global dengan kekayaan bersih USD45,1 miliar. Terlepas dari gelombang tarif terbaru Trump, kekayaan Yanai mengalami penurunan moderat menjadi USD42,3 miliar, berdasarkan angka real-time Forbes.

Baca Juga: Miliarder Amerika Ramai-ramai Kecam Tarif Trump, Siapa Saja?

Dia mendirikan Fast Retailing, yang memiliki beberapa label fesyen termasuk Theory dan Helmut Lang, bersama dengan Uniqlo —yang menjadi andalannya, dengan mengoperasikan hampir 2.500 toko di 25 negara dan lebih lanjut berencana terus ekspansi secara global.

Pada tahun fiskal 2024, perusahaan membukukan laba bersih sebesar USD2,5 miliar, didorong oleh penjualan yang kuat di Amerika Utara dan Eropa. Yanai memasang target bakal melampaui H&M dan Inditex untuk menjadikan Uniqlo sebagai peritel fesyen top dunia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!