Demi Tekan Tarif, Indonesia Rela Tambah Impor Energi Rp168 Triliun dari AS

Jum'at, 18 April 2025 - 15:25 WIB
Indonesia siap menambah impor energi dari Amerika Serikat (AS) untuk menghindari ancaman tarif tinggi Presiden Trump. FOTO/Ilustrasi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa Indonesia akan meningkatkan impor energi dari Amerika Serikat ( AS ) dengan nilai mencapai USD10 miliar atau sekira Rp168 triliun (kurs Rp16.800 per USD). Penambahan impor energi tersebut menjadi bagian dari tawaran Indonesia dalam negosiasi kebijakan tarif yang diterapkan AS.

Bahlil mengungkapkan, impor energi tersebut akan mencakup liquefied petroleum gas (LPG), minyak mentah (crude oil), dan bahan bakar minyak (BBM). "Saya rapat dengan Presiden untuk memastikan komoditas apa saja yang akan kita lakukan impor tambahan dari AS dalam rangka membuat keseimbangan neraca perdagangan kita," jelas Bahlil, Kamis (17/4/2025).



Baca Juga: AS Menang Banyak? Ini Tawaran Indonesia dalam Negosiasi Tarif

Dia mengatakan, surplus perdagangan Indonesia dengan Amerika saat ini sekitar USD14,5 miliar. Salah satu strategi untuk menyeimbangkan neraca perdagangan antara kedua negara, kata dia, Indonesia akan membeli LPG, minyak mentah, dan BBM dari Negeri Paman Sam. Hal itu diharapkan dapat menurunkan tarif impor yang dikenakan AS terhadap Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!