Meluruskan Persepsi dan Menguak Rahasia MSG Melalui Demo Masak

Senin, 21 April 2025 - 19:25 WIB
Pada paparan lainnya, Melliana Eka menjelaskan, mengenai makanan bergizi itu adalah suatu makanan yang seimbang dari mulai kecukupan protein, karbohidrat, serta keseimbangan rasa yang di dapat dari bahan pangan tambahan seperti MSG, karena makanan yang di konsumsi jangan sampai terasa hambar sehingga membuat orang yang menyantapnya tidak selera.

Oleh karena itu dibutuhkan bahan pangan tambahan berupa MSG yang dapat memberikan rasa gurih serta membuat orang lebih lahap dalam menyantapnya, "makanan yang bergizi itu tidak hanya sekedar untuk memenuhi semua kebutuhan tubuh, tapi mengabaikan rasa, karena dari rasa itu segala komponen makanan dapat dirasakan oleh lidah dan menambah selera orang itu," ujar Eka.

MSG bersifat “self limiting”, penambahan berlebihan menimbulkan rasa tidak enak manusia mampu secara otomatis membatasi kebutuhan MSG, jika berlebihan akan menimbulkan rasa yang tidak disukai dengan sendirinya. Tidak ada satu pun makanan yang terbaik atau terburuk, melainkan hanyalah porsi tepat atau tidak.

Masyarakat dinilai harus mulai memahami bahwa MSG adalah bumbu rasa umami yang terdiri dari Sodium, Asam Glutamat dan Air. Menurut lembaga keamanan pangan dunia (JECFA-FAO/WHO) dan nasional(BPOM/Kemenkes) MSG aman dikonsumsi. Berbagai penelitian pada manusia terbukti MSG tidak memberatkan beberapa kondisi penyakit.

Dalam Jurnal Mutu Pangan Vol. 1(2) :83-90, 2014 disebutkan bahwa Penggunaan bumbu umami dapat meningkatkan asupan gizi pasien TBC dan mempercepat penyembuhan penyakit. Hal ini memperkuat penelitian sebelumnya dari The American Journal of Clinical Nutrition edisi Vol 90, September 2009 tentang Uji Klinis Glutamat untuk Peningkatan Gizi dan Kesehatan pada Lansia di Jepang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!