Reklamasi Pascatambang, SIG Budidaya Serai Wangi di Pabrik Narogong
Rabu, 23 April 2025 - 13:45 WIB
Tak kalah penting, tanaman serai wangi juga memiliki nilai ekonomis. Di Pabrik Narogong, serai wangi yang dibudidayakan di lahan pascatambang, kemudian dikelola menjadi berbagai produk olahan minyak atsiri oleh kelompok Perempuan Sadar Berkarya (Pusaka) dengan merk Sijebi sejak 2021. Produk tersebut meliputi minyak esensial, hand sanitizer, karbol, minyak untuk pijat, minyak angin, minyak telon, hingga sabun cuci tangan.
Proses produksi dilakukan menggunakan fasilitas penyulingan minyak atsiri tipe distilasi uap dengan kapasitas mesin penyulingan 1,2 ton serai wangi. Saat ini, kapasitas panen serai wangi di lahan pascatambang di Pabrik Narogong berkisar antara 3 - 5 kg per hektare. Tidak berhenti di situ, limbah serai wangi dimanfaatkan sebagai pakan sapi untuk program penggemukan sapi di kandang komunal.
Pengelolaan lahan pascatambang dengan penanaman serai wangi di lahan pascatambang Pabrik Narogong sedikitnya melibatkan 34 petani dan masyarakat ring 1 perusahaan. Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok kerja, mulai dari penanaman, pembibitan, penyulingan, hingga bagian produksi.
Tidak hanya menggarap pasar lokal di Kabupaten Bogor, produk olahan minyak atsiri SIJEBI telah menjangkau pasar nasional melalui marketplace. Konsumennya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, meliputi wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi), Bandung, Jawa Timur, hingga Kalimantan.
Bahkan, Sijebi sering menerima kunjungan para peneliti dan akademisi, khususnya perwakilan peneliti asal Filipina dari lembaga riset Biologi Tropika Asia Tenggara yaitu Seameo Biotrop.
Baca Juga: Mahakarya SIG, YIA Jadi Salah Satu Bandara Tersibuk Lebaran 2025
Proses produksi dilakukan menggunakan fasilitas penyulingan minyak atsiri tipe distilasi uap dengan kapasitas mesin penyulingan 1,2 ton serai wangi. Saat ini, kapasitas panen serai wangi di lahan pascatambang di Pabrik Narogong berkisar antara 3 - 5 kg per hektare. Tidak berhenti di situ, limbah serai wangi dimanfaatkan sebagai pakan sapi untuk program penggemukan sapi di kandang komunal.
Pengelolaan lahan pascatambang dengan penanaman serai wangi di lahan pascatambang Pabrik Narogong sedikitnya melibatkan 34 petani dan masyarakat ring 1 perusahaan. Mereka terbagi ke dalam beberapa kelompok kerja, mulai dari penanaman, pembibitan, penyulingan, hingga bagian produksi.
Tidak hanya menggarap pasar lokal di Kabupaten Bogor, produk olahan minyak atsiri SIJEBI telah menjangkau pasar nasional melalui marketplace. Konsumennya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, meliputi wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi), Bandung, Jawa Timur, hingga Kalimantan.
Bahkan, Sijebi sering menerima kunjungan para peneliti dan akademisi, khususnya perwakilan peneliti asal Filipina dari lembaga riset Biologi Tropika Asia Tenggara yaitu Seameo Biotrop.
Baca Juga: Mahakarya SIG, YIA Jadi Salah Satu Bandara Tersibuk Lebaran 2025
Lihat Juga :