Impor Batu Bara China dari Rusia Melesat 6% pada Maret, Indonesia Turun Tajam
Kamis, 24 April 2025 - 07:37 WIB
Australia mencatat kenaikan ekspor bulanan tertinggi, yakni sebesar 14% menjadi 4,4 juta ton pada Maret 2025. Namun, pertumbuhan kumulatif Januari–Maret hanya sebesar 4%, dengan total volume mencapai 16,45 juta ton. Peningkatan ini menunjukkan tren positif permintaan terhadap batu bara Australia dalam jangka pendek.
Baca Juga: China Lancarkan Serangan ke AS, Swasta Jadi Korban Perang Tarif
Mongolia mencatat pertumbuhan stabil sebesar 5% secara bulanan dan tahunan, dengan volume ekspor pada Maret mencapai 6,81 juta ton. Total ekspor kuartal pertama 2025 sebesar 17,49 juta ton, memperkuat posisi Mongolia sebagai pemain kunci dalam pasokan batu bara ke China.
Perubahan pola impor batu bara China mencerminkan adanya pergeseran dalam perdagangan energi global. Selain faktor harga dan kebijakan dalam negeri, kondisi geopolitik serta kebutuhan energi industri akan terus memengaruhi tren ekspor impor batu bara pada bulan-bulan mendatang.
Baca Juga: China Lancarkan Serangan ke AS, Swasta Jadi Korban Perang Tarif
4. Mongolia
Mongolia mencatat pertumbuhan stabil sebesar 5% secara bulanan dan tahunan, dengan volume ekspor pada Maret mencapai 6,81 juta ton. Total ekspor kuartal pertama 2025 sebesar 17,49 juta ton, memperkuat posisi Mongolia sebagai pemain kunci dalam pasokan batu bara ke China.
Perubahan pola impor batu bara China mencerminkan adanya pergeseran dalam perdagangan energi global. Selain faktor harga dan kebijakan dalam negeri, kondisi geopolitik serta kebutuhan energi industri akan terus memengaruhi tren ekspor impor batu bara pada bulan-bulan mendatang.
(nng)
Lihat Juga :