Perusahaan Tambang Wanti-wanti AS Kekurangan Pasokan Mineral Tanah Jarang

Kamis, 24 April 2025 - 15:20 WIB
Pembatasan yang diberlakukan Beijing pada 4 April, mengharuskan eksportir China mendapatkan lisensi khusus untuk tujuh unsur utama tanah jarang dan beberapa magnet. Pengawasan balasan dari China, dilihat pemerintahan Trump dan produsen sebagai kebutuhan mendesak untuk membangun tambang AS tambahan dan mengurangi ketergantungan negara pada China.

Sementara itu dua perusahaan mencoba mengembangkan tambang di Nebraska dan Montana. Pejabat di NioCorp dan U.S. Critical Materials mengatakan, mereka berharap dorongan dari Gedung Putih akan membantu mereka mengumpulkan uang dan mendapatkan persetujuan yang diperlukan untuk mulai menggali.

NioCorp telah bekerja selama bertahun-tahun mengumpulkan USD1.1 miliar untuk pembangunan tambang di tenggara Nebraska. Baca Juga: AS dan Greenland Menyimpan Harta Karun Logam Tanah Jarang Terbesar, Segini Depositnya

"Saat saya duduk dan saya berpikir tentang bagaimana kita dapat menangani pengaruh besar yang dimiliki China atas mineral ini yang sebagian besar tidak ada yang tahu bagaimana mengucapkannya, kita harus berurusan dengan situasi leverage ini," kata CEO NioCorp Mark Smith.

"Dan cara terbaik, menurut saya, adalah kita perlu membuat tanah jarang berat kita sendiri di sini di Amerika Serikat. Dan kita bisa melakukan itu," ungkapnya optimistis.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!