China Ancam Perusahaan Korea yang Kirim Produk Tanah Jarang ke AS
Kamis, 24 April 2025 - 22:39 WIB
China belum lama ini meminta perusahaan Korea Selatan (Korsel) untuk tidak mengirimkan produk yang mengandung mineral tanah jarang ke perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS). Foto/Dok
SEOUL - China belum lama ini dikabarkan meminta perusahaan Korea Selatan (Korsel) untuk tidak mengirimkan produk yang mengandung mineral tanah jarang ke perusahaan pertahanan Amerika Serikat (AS). Kabar ini disampaikan oleh Korea Economic Daily, mengutip sumber dari pemerintah dan perusahaan.
Seperti dilansir Reuters, laporan itu awalnya mengatakan Kementerian Perdagangan China memperingatkan perusahaan Korea bahwa mereka dapat dijatuhi sanksi jika melanggar pembatasan ekspor. Lewat surat, Kementerian mengirimkan pesan itu kepada perusahaan Korea yang membuat transformator daya, baterai, layar, kendaraan listrik, kedirgantaraan dan peralatan medis.
Laporan Korea Economic Daily kemudian dikoreksi menjadi "pemerintah China" yang menyampaikan pesan tersebut, bukan kementerian perdagangan. Sementara itu Kementerian perindustrian Korea Selatan mengatakan, pada hari Rabu bahwa pihaknya sedang memeriksa dengan pemerintah China dan perusahaan Korsel untuk mengkonfirmasi laporan tersebut.
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
Seperti dilansir Reuters, laporan itu awalnya mengatakan Kementerian Perdagangan China memperingatkan perusahaan Korea bahwa mereka dapat dijatuhi sanksi jika melanggar pembatasan ekspor. Lewat surat, Kementerian mengirimkan pesan itu kepada perusahaan Korea yang membuat transformator daya, baterai, layar, kendaraan listrik, kedirgantaraan dan peralatan medis.
Laporan Korea Economic Daily kemudian dikoreksi menjadi "pemerintah China" yang menyampaikan pesan tersebut, bukan kementerian perdagangan. Sementara itu Kementerian perindustrian Korea Selatan mengatakan, pada hari Rabu bahwa pihaknya sedang memeriksa dengan pemerintah China dan perusahaan Korsel untuk mengkonfirmasi laporan tersebut.
Baca Juga: China Mengancam Negara-negara yang Negosiasi Tarif dengan Trump
Lihat Juga :