Bitcoin Lampaui Google dan Amazon, Masuk 5 Besar Aset Global

Jum'at, 25 April 2025 - 10:16 WIB
"Kami melihat tren yang positif di pasar Indonesia. Masyarakat semakin terbuka terhadap aset kripto, tidak lagi hanya sebagai spekulasi, tetapi juga sebagai instrumen investasi jangka panjang," ujarnya.

Namun demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk memahami risiko yang melekat pada investasi aset digital, terutama volatilitas harga yang tinggi. Indodax secara aktif mengedukasi pengguna agar berinvestasi secara bijak dan bertanggung jawab.

"Kami menganjurkan strategi seperti dollar-cost averaging (DCA) dan mengingatkan pentingnya memilih platform transaksi yang memiliki legalitas dan diawasi otoritas resmi," kata Oscar.

Baca Juga: Harga Bitcoin Melesat Tembus Rp1,56 Miliar, Institusi Besar Serbu Pasar Kripto

Dia menilai masuknya Bitcoin ke jajaran lima besar aset dunia dinilai mencerminkan perubahan paradigma dalam lanskap keuangan global. Aset digital yang sebelumnya dianggap sebagai komoditas spekulatif, kini telah sejajar dengan perusahaan teknologi dan komoditas bernilai tinggi lainnya.

Oscar memproyeksikan, jika tren adopsi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun mendatang Bitcoin akan mampu menyamai kapitalisasi perusahaan raksasa seperti Microsoft atau bahkan Apple. "Ini bukan sekedar prediksi. Ini adalah arah alami dari perkembangan pasar dan adopsi teknologi yang makin masif," kata Oscar.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!