Aksi 'Jual Amerika' Menguat, China Buang Dolar AS Rp387 Triliun

Minggu, 27 April 2025 - 08:13 WIB
Sejumlah analis menilai aksi jual kali ini tidak sepenuhnya digerakkan oleh otoritas China. "Tidak jelas apakah China atau Jepang bertanggung jawab atas besarnya aksi jual dan volatilitas pasar treasury baru-baru ini. Bukti-bukti sulit didapat," ujar Analis Utama Oxford Economics, John Canavan, dalam wawancara dengan Fortune dilansir dari Watcher Guru, Minggu (27/4).

Dia menambahkan bahwa data kepemilikan asing atas surat utang AS cenderung dirilis dengan jeda waktu tertentu. Karena itu, sulit untuk segera mengidentifikasi siapa pihak yang dominan dalam transaksi besar seperti ini. "Mereka bisa saja berperan, tetapi pada awalnya tidak terlihat sebagai faktor utama," ujarnya.

Baca Juga: 3 Dendam Israel ke Paus Fransiskus, hingga Enggan Mengirim Pejabat Senior ke Pemakaman

Selain itu, spekulasi bahwa hedge fund besar berada di balik tekanan jual juga dinilai kurang kuat. Menurutnya kecurigaan awal bahwa pembebasan perdagangan basis dengan leverage besar menjadi faktor utama tampaknya tidak benar. "Data Komitmen Pedagang dari CFTC selama dua pekan terakhir tidak menunjukkan adanya pembatalan besar dalam perdagangan basis," kata Canavan.

Sejumlah analis memperkirakan tren pelepasan dolar AS bisa berlanjut dalam beberapa bulan ke depan seiring meningkatnya ketidakpastian global dan upaya diversifikasi aset oleh berbagai negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!