Gubernur Lemhannas Sebut Tarif Trump Momentum Perkuat Ketahanan Ekonomi

Minggu, 27 April 2025 - 12:03 WIB
Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily mengatakan kebijakan tarif resiprokal yang kembali didorong Presiden Amerika Serikat Donald Trump harus dijadikan momentum strategis untuk memperkuat ketahanan nasional, khususnya ketahanan ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan Ace dalam ceramahnya di acara Jatim Retreat 2025, yang berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur, Sabtu (26/4/2025).

Seperti diketahui, pada 2 April 2025, Donald Trump mengumumkan kebijakan tarif resiprokal atau tarif Trump yang mengejutkan dunia. Ia menyebut tarif impor terbaru sebagai bagian dari Liberation Day (Hari Pembebasan) untuk meningkatkan ekonomi negaranya dan melepaskan ketergantungan pada negara lain.



Tarif resiprokal yang ditetapkan Trump mengacu pada kebijakan perdagangan, di mana Amerika Serikat menerapkan tarif impor atau bea masuk serupa terhadap negara-negara yang membebankan tarif pada ekspor AS. Dalam praktiknya, seluruh barang impor dari mitra dagang dikenai tarif universal sebesar 10 persen.

Menurut Ace, di tengah perubahan lanskap geopolitik dan geoekonomi global, bangsa Indonesia harus mempercepat langkah membangun kemandirian di sektor-sektor vital.

Baca Juga: Ace Hasan Syadzily Dilantik Menjadi Gubernur Lemhannas

Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar itu menyoroti bahwa kebijakan proteksionisme ekonomi Amerika Serikat, yang dikenal dengan tarif resiprokal di bawah Trump 2.0, telah berdampak luas terhadap ketidakstabilan perdagangan internasional. Gangguan rantai pasok global, perlambatan pertumbuhan ekonomi, hingga volatilitas pasar keuangan menjadi efek nyata yang harus diantisipasi.

"Ini momentum bagi kita. Kebijakan dunia yang tidak lagi mengutamakan perdagangan bebas harus disikapi dengan memperkuat fondasi ekonomi nasional," ujar Ace dalam pernyataannya, Minggu (27/4/2025).

Ia menegaskan, ketahanan ekonomi menjadi pilar utama ketahanan nasional. Dengan memperkuat sektor energi, pangan, industri, dan teknologi, Indonesia dapat mengurangi ketergantungan pada pasar global yang rentan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!