IHSG Berpotensi Menguat Pekan Depan, Investor Pantau Data Inflasi dan Ekonomi AS

Minggu, 27 April 2025 - 18:00 WIB
Sementara, Inflasi inti diperkirakan meningkat lebih terbatas (20 bps) menjadi 2,5 persen di April. Peningkatan ini seiring dengan periode Idul Fitri pada awal April.

Dari Amerika Serikat, data Advance GDP Growth Rate kuartal I 2025 serta Personal Consumption Expenditure (PCE) price Index di Maret menjadi fokus pasar. Kedua data ini akan dirilis pada Rabu (30/4).

Baca Juga: Daftar Lengkap 10 Saham Paling Cuan Pekan Ini: Ada Emiten Melesat 115 Persen

Sedangkan, advance GDP Growth Rate kuartal I 2025 diperkirakan melambat ke 0,4 persen quarter on quarter di kuartal I dibandingkan 2,4 persen di kuartal IV tahun lalu. "Fluktuasi pada penerapan tarif Trump mendasari hal tersebut," ujar Valdy.

Sejumlah saham-saham yang dapat diperhatikan antara lain, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP), PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI), PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA), PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI).
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!