Utang AS di Kuartal II 2025 Diprediksi Bakal Nambah Rp8.590 Triliun

Selasa, 29 April 2025 - 08:39 WIB
Kementerian Keuangan mempertahankan perkiraan sebelumnya untuk target saldo kas USD850 miliar hingga akhir Juni, serta terus mengasumsikan batas utang akan disortir.

"Tidak termasuk saldo kas awal kuartal yang lebih rendah dari yang diasumsikan, perkiraan pinjaman kuartal saat ini adalah USD53 miliar lebih rendah dari yang diumumkan pada bulan Februari," ungkap pihak Kementerian.

Tetapi ahli strategi di JPMorgan Chase & Co. memperkirakan Departemen Keuangan akan mengumumkan USD255 miliar terkait pinjaman bersih yang dapat dipasarkan, dengan asumsi saldo kas akhir kuartal sebesar USD300 miliar.

Setiap pembahasan yang berlarut-larut di Kongres terkait apakah menaikkan atau menangguhkan batas utang. Maka efeknya akan memaksa Kementerian Keuangan untuk memangkas penerbitan Treasury dan menghabiskan penyangga kasnya.

Ekspektasi dealer untuk perkiraan pinjaman baru telah bervariasi menjelang rilis, mengingat ketidakpastian seputar resolusi plafon utang. Crandall memperkirakan, peningkatan dalam proyeksi pinjaman jika Departemen Keuangan mempertahankan "asumsi yang tidak realistis" bahwa saldo kas akan rebound menjadi USD850 miliar pada akhir Juni.

Ekonom senior ICAP Wrightson Lou Crandall menekankan, sebelum pengumuman, bahwa perkiraan triwulanan terakhir datang sebelum pengumuman kenaikan bea masuk yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump. Pendapatan tarif tambahan sekarang mungkin juga membentuk manajemen kas, tulisnya dalam sebuah catatan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!