Ekonomi Indonesia Tak Sampai 5%, Pemerintah Bakal Bagi-bagi Bansos

Selasa, 06 Mei 2025 - 08:51 WIB
Pemerintah menargetkan penyerapan belanja negara lebih cepat dari biasanya untuk mendorong efek berganda (multiplier effect) pada pertumbuhan ekonomi.

Baca Juga: Breaking News: Ekonomi Indonesia Cuma Tumbuh 4,87% di Kuartal I-2025

Selain itu, pemerintah mengantisipasi dampak kebijakan proteksionisme global, termasuk potensi kebijakan Trump 2.0 di AS, dengan memperluas pasar ekspor melalui negosiasi tarif dan penyelesaian perjanjian Indonesia-Uni Eropa Comprehensive Economic Partnership Agreement (EU-CEPA). "Keanggotaan Indonesia di BRICS dan proses aksesi OECD memperkuat posisi kita di kancah global," kata Airlangga.

Menurut Airlangga pertumbuhan ekonomi Indonesia di Kuartal I-2025 masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah negara, seperti Singapura 3,8%, Malaysia 4,4%, AS 2%, dan Uni Eropa 1,2%. Sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi 10,52%, diikuti jasa lainnya 9,84%.

"Fundamental ekonomi kita kuat, tapi kami tetap waspada terhadap perlambatan global, termasuk proyeksi IMF bahwa pertumbuhan dunia hanya 2,8% di 2025," jelas Airlangga.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!